Sunday, October 1, 2017

Cara Install Hackintosh High Sierra Pada BIOS Legacy dan Partisi MBR

Halo sobat. Sebelumnya disini saya sudah share kesuksesan (caelah) memasang macOS 10.13 High Sierra di laptop jadul saya. Karena saya orangnya males update BIOS, makanya sampai sekarang laptop jadul masih betah di BIOS Legacy dan partisi MBR😜. Di postingan saya itu juga sudah saya kisi-kisi kan bahwa proses pemasangan macOS High Sierra kali ini dirombak oleh Apple.

10.13_agus
macOS 10.13 High Sierra on BIOS Legacy and MBR Partitioned.
Bagi yang menggunakan UEFI dan GPT, sepertinya tidak masalah. Yang jadi masalah bagi pengguna sejenis saya ini yang masih menggunakan BIOS Legacy dan partisi MBR. Bagaimana tidak, metode pembuatan gampang USB Installer seperti yang sebelumnya tidak jalan lagi pada macOS High Sierra. Katanya Apple menghapus metode pemilihan partisi saat pemasangan, jadi semua nya berjalan otomatis. Nah itulah masalah yang membuat metode restore dan patch MBR seperti sebelumnya tidak akan jalan di versi installer terbaru ini.

Untungnya masih banyak orang pinter yang masih bisa mengakali langkah ini, agar kita masih bisa hackintosh-an di partisi MBR, hehe. Sebelumnya thanks to:

- crazybirdy
- 落下爱@pcbeta
- Insanelymac Forum

Karena beliau-beliau tersebutlah kami kaum jadul masih bisa menikmati Hackintosh tanpa perlu rombak ulang seisi Hardisk, kan tewas juga sob backup data yang udah banyak banget😜.

Baiklah langsung saja, disini saya singkatkan metode pembuatan installer untuk sistem BIOS Legacy dan partisi MBR, biar kita sama-sama gampang mempraktikkannya. Proses ini saya bagi dalam tiga fase:

- Fase pertama: membuat installer untuk memuat MBR patch nya.
- Fase kedua: menyiapkan partisi target pemasangan macOS High Sierra.
- Fase ketiga: eksekusi/pemasangan.

Simak baik-baik sob langkahnya, kalau satu saja terlewati, maka USB Installer akan error saat pemasangan, kan bikin KZL. Prosesnya ribet banget😜 dan memerlukan sistem macOS atau OS X yang sudah berjalan, baiknya jalankan di hardisk external sob.

Fase Pertama

1. Siapkan USB Drive minimal 4GB, format ke MBR dan HFS+ Journaled.

2. Masuk ke sistem macOS atau OS X yang jalan di hardisk external. Buka terminal eksekusi perintah ini yang berguna menampilkan file tersembunyi: defaults write com.apple.finder AppleShowAllFiles TRUE; killall Finder

2. Buka konten dari Install macOS High Sierra.app yang sudah kita download sebelumnya. Didalamnya buka folder SharedSupport dan lakukan restore BaseSystem.dmg ke Flashdisk 4GB tadi. Kalau sudah rename label Flashdisk jadi Installer1

3. Hapus shortcut Packages di /Volumes/Installer1/System/Installation/. Setelah itu buat folder disitu lalu beri nama Packages, inget sob case sensitive. Buka lagi konten Install macOS High Sierra.app dan mount InstallESD.dmg. Lalu copy file OSInstall.mpkg yang ada di InstallESD.dmg/Packages/ dan paste ke folder /Volumes/Installer1/System/Installation/Packages/ yang barusan kita buat tadi.

4. Download MBR patch disini. Ekstrak dan timpa ke /Volumes/Installer1/System/Library/PrivateFrameworks/OSInstaller.framework/Versions/A/

5. Buka menggunakan aplikasi Pacifist file Core.pkg yang ada di InstallESD.dmg/Packages/ tadi, kemudian cari file kernel, biasanya di Core.pkg/System/Library/Kernels. Buat folder Kernels dulu di /Volumes/Installer1/System/Library/, dan ekstrak kernel tadi didalam folder Kernels yang kita buat barusan.

6. Buka terminal, eksekusi: sudo kextcache -u /Volumes/Installer1

6. Done, fase pertama selesai.

Note: Bagi yang boot menggunakan Chameleon, tambahkan bootflag -f saat booting lewat USB Installer1 ini. Bagi yang pake Clover, langsung boot normal saja.


Fase Kedua

1. Siapkan partisi kosong di Hardisk, target dimana kita akan memasang macOS High Sierra nya. Partisi tersebut sementara beri label Installer2 dulu.

2. Download file ini. Kalau sobat buka file arsip tersebut, didalamnya ada sebuah file .IAProductInfo dan sebuah folder macOS Install Data, lalu ekstrak keduanya di partisi target pemasangan macOS High Sierra yang kita buat barusan.

3. So, di partisi target akan ada: sebuah file .IAProductInfo (file ini tersembunyi) dan sebuah folder macOS Install Data.

4. Copy semua file (klik kanan pilih show package content) di dalam Install macOS High Sierra.app/Contents/SharedSupport/ dan paste ke folder /Volumes/Installer2/macOS Install Data. Sehingga di dalam folder macOS Install Data akan ada file-file:

- index.sproduct
- MacOSXInstaller.choiceChanges
- minstallconfig.xml
- AppleDiagnostics.chunklist
- AppleDiagnostics.dmg
- BaseSystem.chunklist
- BaseSystem.dmg
- InstallESD.dmg
- InstallInfo.plist


5. Pastikan di partisi lain tidak ada file .IAProductInfo dan folder macOS Install Data ya! File .IAProductInfo dan folder macOS Install Data harus hanya ada di partisi Installer2 (partisi target).

6. Buka terminal dan cari Volume UUID dari partisi Installer2. Eksekusi perintah: diskutil info /Volumes/Installer2/

7. Sudah dapat UUID nya? Copy UUID tersebut (contoh UUID: 313E43C9-9385-3590-8A72-D69BFA952064). Buka file .IAProductInfo pake TextEdit, dan ganti XXXXXXXX-XXXX-XXXX-XXXX-XXXXXXXXXXXX dengan UUID yang barusan di copy, lalu save.

8. Buka lagi file minstallconfig.xml yang ada di dalam folder macOS Install Data dengan TextEdit, ganti XXXXXXXX-XXXX-XXXX-XXXX-XXXXXXXXXXXX dengan UUID yang barusan di copy. Ganti juga /Volumes/Terserah dan Terserah jadi /Volumes/Installer2 dan Installer2.

9. Done, fase kedua.


Fase Ketiga

Sampai lah kita di fase terakhir, yaitu proses pemasangan. Jika sobat melakukan dengan benar kedua fase diatas, maka pada tahap ini, sobat bisa nyantai dan sruput kopi aja, hehe.

1. Boot pake Chameleon atau Clover arahkan ke USB Drive 4GB atau Installer1 tadi.

2. Anggaplah berhasil masuk GUI nya, maka disini proses pemasangan macOS High Sierra langsung berjalan dan menargetkan pemasangan ke partisi Installer2.

3. Tergantung sistem, di sistem saya perlu waktu 20 menit untuk proses pemasangan selesai. Tinggal kita restart, dan boom! Anggaplah berhasil masuk halaman konfigurasi.

4. Done, alhamdulillah.


Gimana sob? Lumayan melelahkan bukan? 😅. Namun, kalau berhasil ada rasa senang yang lain dari biasanya loh. Oke, sekian dulu share dari saya, apabila sobat punya metode yang lebih mudah, please share sob. Do with your own risk! Dan Wassalam.

Note:
1. Metode ini juga bisa digunakan untuk pemasangan di partisi GPT.
2. Patch ini juga berguna menghilangkan "Firmware Check" yang bikin KZL.
3. Konfigurasi saya diatas tidak otomatis merubah HFS+ ke APFS. Kalau sobat (gentle) ingin merubah ke APFS, buka file minstallconfig.xml dan ubah:
<key>ConvertToAPFS</key>
<false/>

menjadi
<key>ConvertToAPFS</key>
<true/>

4. Jika sobat mengalami installer damage bla bla, pastikan jangan dulu memasang emuvariable atau FileNVRAM. Hapus juga semua file NVRAM.plist dari semua partisi. Bagi pengguna Clover versi 4190 keatas, hapus info Bios Release Date, Board ID, dan Bios Version pada bagian SMBios (supaya Clover bisa inject data terbaru).
Share:

Cara Install Hackintosh High Sierra Di Acer V5-471G

Setelah beberapa bulan melewati berbagai versi Beta, akhirnya seminggu yang lalu Apple merilis versi final dari macOS 10.13 High Sierra. Sebelumnya disini, saya berhasil memasang sang penerus macOS Sierra ini beberapa saat setelah Apple merilis versi Beta pertamanya. Lantas apakah di versi final ini masih bisa kita "hackintosh"-in di laptop jadul saya ini?🤔

10.13_agus
macOS 10.13 High Sierra final release.
Syukurnya masih bisa dong sob, tentu dengan trik-trik yang mesti diperbaharui dari versi sebelumnya. Thanks untuk para "hackintosh developer" di luar sana yang sampai dengan sekarang, masih setia memperbaharui trik-trik tersebut, hehe, meski main kucing-kucingan dengan sang "Juragan Apple". Baiklah tanpa perlu bertele-tele, langsung saja saya share pengalaman saya memasang macOS 10.13 High Sierra di laptop Acer V5-471G saya yang (g)old ini.

Persiapan

1. Siapkan cemilan dan kopi, hmmmm😉

2. Emmm gimana ya? Beda dengan versi macOS sebelumnya dimana sangat gampang bikin USB Flashdisk installer untuk BIOS Legacy dan MBR partitioned.

3. USB Installer dan MBR patch untuk High Sierra (bagi yang masih pake MBR).

4. Untuk kext-kext, sama saja seperti Sierra, TAPI usahakan cari versi yang paling baru.

5. Partisi untuk macOS High Sierra.


Pemanasan

1. Ingat sob, bagi pemula cari tau dulu tentang Hackintosh ya! Serius nih!

2. Cari tau mekanisme pembuatan installer bagi pengguna MBR! Sebelumnya di versi Beta, disini, saya hanya menggunakan Core.pkg untuk pemasangan, namun sayang cara terseut tidak jalan untuk versi final ini.

Update:
Sobat juga bisa baca disini tentang cara membuat USB Installer macOS High Sierra untuk partisi MBR.

3. Cari tau juga tentang SIP(System Integrity Protection) ya! Penting nih buat ngoprek.

4. Lagi (opsional bagi yang gak mau pake Clover) cari tau fitur terbaru dari Chameleon Bootloader. Sekarang Chameleon sudah bisa patch kext dan kernel secara on-the-fly loh, hehe.


Pemasangan

Attention: Seluruh tutorial saya ini khusus buat V5-471G dengan spek Core I5-3317U/I3-3217U & Optimus Geforce GT 620M. Kalo untuk variant V5-471G yang lain mungkin sama saja caranya, cuma saya tidak menjamin DSDT/SSDT punya saya jalan di variant selain punya saya ini sob.

1. Jalankan USB Installer.

2. Apabila berhasil masuk GUI, arahakan ke partisi yang sudah kita siapkan sebelumnya untuk macOS High Sierra.

3. Kalau sobat membuat USB installernya baik dan benar (pastikan FakeSMC termuat), insya Allah proses pemasangan akan aman. Di sistem saya proses pemasangan perlu waktu 20 menit-an.

4. Anggaplah sobat berhasil masuk GUI, dan sobat akan langsung masuk ke bagian registrasi. Masukin username, dan next next aja.

5. Done, alhamdulillah.


Konfigurasi

1. Processor Core I5 3317U/Core I3 3217U 1.7GHz turbo boost up to 2.6GHz Ivy Bridge, native support. Patch AppleIntelCPUPowerManagement.kext dan drop SSDT supaya dapat speedstep.

2. Intel HD 4000, work 100%, full Quartz Extreme/Core Image.
Untuk VGA out(biasanya kalo mau presentasi ke proyektor) pake kabel bawaan ga support, sobat mesti beli "HDMI to VGA converter" yang "active", untuk patch HD4000 biar bisa jalan VGA pake kabel bawaan saya belum coba sob, udah terlanjur beli converter soalnya ;-).
*Bagi yang mau utak atik display dengan EDID, ini sudah saya "ekstrak"-an info EDID buat display nya, lihat disini.
*Banyak penyakit hackintosh, salah satu nya adalah tak mengenali "merk" monitor kita(ya iyalah, lagian siapa suruh install di system non Apple, wekaweka). Untuk mengatasi tersebut, saya punya fix nya, silahkan download file disini, ekstrak lalu copy folder tersebut ke /System/Library/Displays/Contents/Resources/Overrides/(disini), restart. Nanti merk "unknown" nya berubah jadi "Color LCD", lumayan.

3. NVidia GeForce GT620M 1Gb Optimus, tidak jalan, disable saja di Bios (ubah jadi integrated) atau disable via DSDT. Disable optimus bisa menghemat banyak energi atau baterai. CPU jadi dingin sob, saya pernah sampe 38 derajat celcius...;-)

4. Chipset HM77 jalan.

5. Audionya, Intel Panther Point (ALC 271x, another kind of ALC269), pake VoodooHDA yang 2.8.2d6. Atau saya disini pakai AppleALC.kext, dan inject layout id 11 di DSDT, kembalikan AppleHDA.kext ke yang asli nya(vanilla) bukan versi patch, sound input dan output works very well.

6. Ethernet Realtek RTL8168/8111 Gigabit-LAN, pake kext RealtekRTL81xx.kext.

7. Login ke Store/iCloud lancar. iMessage/Facetime gak tau dah, belum dapat sumbangan ROM dan MLB 😜

8. Webcam dan USB 3.0 work gak pake kext.

9. Battery work pake ACPIBatteryManager.kext.

10. Wifi, impossible, ga jalan...:-( --> paling simpel+murah, beli aja sob Mini 150m Wifi usb dongle, work! Atau replace card bawaan dengan card yang cocok dengan hackintosh, ingat waktu replace wifi card, tutup(selotip) dulu Pin20 nya, biar gak di block BIOS.

Update 15/10/2017:
Akhirnya Wifi card bisa jalan😍, tinggal replace pake kext ini: Atheros Unsupported

11. Card reader, ga jalan! (Workaround pake kext ini disini)

12. Keyboard dan touchpad pake VoodooPS2Controller.kext, ingat pake versi yang terbaru, kalau enggak enjoy the KP.

13. Bluetooth, work OOB!

14. Untuk masalah shutdown yang malah jadi restart, penyebab nya adalah USB 3.0. Jadi kita perlu "defer" USB 3.0 agar masuknya "lewat" port USB 2.0. Nah dalam versi sebelumnya, saya menggunakan kext GenericUSBXHCI.kext plus bootflag "-gux_defer_usb2 -gux_no_idle" biar bisa defer ke USB 2.0, sekarang itu gak bisa lagi sob. Untuk mengatasinya sobat perlu install "FakeCPIID_XHCIMux.kext", dan tadaaaa berhasil men-defer USB 3.0 ke USB 2.0, so si laptop bisa shutdown dengan benar.

15. Restart dan Sleep works!

Yang hot kali ini adalah kita akan menyambut APFS(Apple File System) yang katanya akan menggantikan HFS+. Wesss, tenang sob, HFS+ masih bisa dipake kok, dan lagian katanya sih APFS optimalnya hanya di SSD, di HDD suram😜(saya masih setia dengan HFS+). Versi Metal untuk grafik yang didukung juga diperbaharui pada versi ini. Sobat bisa kunjungi situs Apple untuk melihat apa aja sih yang baru di macOS 10.13 High Sierra.

Dan seperti biasa, kurang afdol rasanya kalau saya tidak sertakan screenshot-nya, macOS 10.13 High Sierra berjalan mulus di laptop jadul saya ini:

10.13_agus
Layar login High Sierra.

10.13_agus
Seperti biasa, menyapa neng Siri dulu.

10.13_agus
Launchpad.

10.13_agus
Panel pengaturannya.

10.13_agus
Spotlight.

10.13_agus
Oprek mulu, hiburan bentar gan😉.

10.13_agus
Mac App Store.

10.13_agus
Browser Safari yang katanya dirombak abis.

10.13_agus
Widget.

10.13_agus
Ngaji dulu gan.

10.13_agus
Full Quartz Extreme and Core Image.

Ternyata masih bisa kita "hackintosh"-in sob, hehe. Kalau sobat mau coba juga, saya doakan sukses deh, mantep pokoknya dan happy hackintoshing yaw. Jangan lupa budayakan selalu do with your own risk. Oke sob, sekian dulu share dari saya, apabila salah kata mohon maaf yah, wassalam.
Share:

Sunday, August 27, 2017

Icip-Icip Android Oreo

Beberapa saat yang lalu Google resmi merilis versi Android 8 yang terbaru, diberi nama dengan "Oreo". Ini kedua kalinya Google memakai nama dari suatu "produk", sebelumnya Android 4.4 yang diberi nama "KitKat". Kabarnya, Google membawa berbagai fitur yang menarik dalam versi kali ini. Intinya membuat pengalaman menggunakan Android menjadi lebih menyenangkan. Dan alhamdulillah, saya bisa berkesempatan untuk bisa icip-icip "manisnya" versi Android 8 Oreo kali ini.

android_8
Android 8 Oreo. Image source: Scrolltoday.

Ada banyak hal yang baru ditawarkan Google, mulai dari fitur background limits, picture-in-picture, adaptive icons, notification channels and dots, rescue party(penyelamat bootloop, cocok bagi kita opreker😉) dan fitur baru lain yang tidak mungkin saya sebutin satu-satu disini😁, selengkapnya sobat langsung lihat ke situs mbah Google nya saja yah. Sebenarnya saya berniat untuk tetap di Android 7 Nougat dulu untuk beberapa saat sob, namun tangan gatel juga sih untuk bisa "test drive" Android Oreo ini.

Akhirnya, saya putuskan untuk upgrade saja dulu, nanti kalau mau downgrade ke Nougat gampang aja. Saya upgrade ke Oreo dengan menggunakan metode flashing, download firmware nya dan eksekusi via fastboot. Saya terkejut, biasanya kalau abis flashing ROM, boot pertama akan memakan waktu sedikit lama, eh kali ini cuma memakan 15 detik, good.

oreo_agus
Android Oreo

Dan untungnya Nexus 5X masih kebagian jatah untuk major update ini, hehe. Berikut sedikit screenshot Android Oreo di smartphone saya:

oreo_agus
Layar setup awal Android Oreo.
oreo_agus
Tampilan layar utama, dengan Google Now Launcher sebagai defaultnya.
oreo_agus
Tampilan Lockscreen, tidak terlalu berbeda jauh dengan Nougat.
oreo_agus
App Drawer(GNL) dengan icon shape persegi. Kalau menggunakan Pixel Launcher, barulah icon shape nya akan berbentuk bulat.
oreo_agus
Notification pada Android Oreo. Tampilan berupa channel dan warna background nya akan mengikuti warna dominan dari aplikasi.
oreo_agus
Tampilan Quick Settings yang semakin keren, mantap, saya suka saya suka, hehe.
oreo_agus
Tampilan Settings yang diminimalkan, namun lebih elegan.
oreo_agus
Tampilan dari salah satu pengaturan aksesibilitas.
oreo_agus
Seperti saya tulis sebelumnya, meski diminimalkan, tampilan Settings sepenuhnya dirombak. Berikut salah satu contoh pengaturan Baterai, dirombak total.
oreo_agus
Google Assistants langsung bisa aktif disini. *abaikan jones nya🙃*
oreo_agus
Tampilan Recents App, tidak berbeda dengan Nougat sob.
oreo_agus
Google Keyboard sebagai virtual keyboard utamanya.
oreo_agus
Dan inilah Easter Eggs nya Oreo. Gurita? Seriously Google?
oreo_agus
Testing audio dan video.

Nah, gimana sob? Lebih keren kan? Overall saya puas menggunakan Android Oreo ini. Sangat ringan dipakai, thanks to fitur "background limit" yang membatasi aktivitas background yang tak penting dari suatu aplikasi, tentunya juga akan menghemat baterai. Namun, saya disini belum mencoba semua fitur-fitur baru seperti yang saya sebut diatas, namanya juga baru icip-icip sob, hehe. Bagi smartphone sobat yang udah kebagian Oreo, buruan dicicipin bro, mantap lah pokoknya.

oreo_agus
Android 8 Oreo

Oke, sekian dulu share dari saya, kalau sobat punya pengalaman seru lain dalam menggunakan Android Oreo, bisa aja share di komentar yah😉 Wassalam.
Share:

Saturday, July 29, 2017

AMD Polaris Di Hackintosh Sierra

Halo sobat, kurang lebih 7 bulan lalu AMD merilis GPU keluaran terbaru mereka. Ya, seri RX meluncur ke pasaran dengan dibekali arsitektur terbaru yang diberi codename "Polaris", menjanjikan peningkatan performa dari arsitektur yang sebelumnya. Dan yang pasti bagi pecinta macOS hanya satu pertanyaan di benak mereka, apakah GPU tersebut support di macOS? Gayung bersambut, pihak Apple kemudian merilis dukungan "partial" untuk GPU tersebut pada versi macOS Sierra 10.12.

polaris_agus
AMD Polaris GPU di Hackintosh Sierra
Kenapa saya sebut "partial" atau sebagian? Karena Apple hanya mendukung Polaris 11, sedangkan untuk Polaris 10 belum sepenuhnya didukung(perlu sedikit utak-atik). Barulah pada versi update macOS Sierra 10.12.6, GPU berbasis Polaris sepenuhnya atau "full" didukung oleh Apple. Bagi pengguna mesin real Mac, tentunya sangat mudah mengaktifkan GPU ini di macOS, cukup "plug and play". Lalu bagaimana untuk pengguna macOS sejuta umat alias "Hackintosh"?

Oh tentu bisa juga dong sob! Namun tidak semudah di mesin real Mac, ada perjuangan ekstra sob😁. Kita disini memerlukan bantuan dari internal grafik (IGPU) agar bisa menjalankan GPU ini di mesin Hackintosh. Gak punya IGPU? Terpaksa sobat harus punya dua DGPU atau grafik external, GPU yang satu harus didukung macOS yang satunya baru GPU berbasis Polaris. Jadi intinya, IGPU harus dijadikan sebagai grafik utama atau "primary display". Kenapa begitu? Karena jika tanpa bantuan IGPU dia akan "black screen" alias tidak ada sinyal di monitor begitu masuk sistem.

Perjuangan ekstra lain ialah, bagi yang Motherboard nya tidak support "auto-switch", maka perlu cabut colok kabel monitor. Misal sebelum menyalakan PC sobat perlu colok monitor di IGPU, biarkan sistem boot sampai masuk sistem, baru cabut dan colok monitor di GPU Polaris ini. Jika tidak begitu, say hello dengan "black screen" binti "no signal". Apakah perjuangan cukup disitu? Oh tidak sob, kegregetan lain ialah saat booting dia akan "blind boot" alias tidak akan muncul output di monitor sampai masuk sistem macOS, mantep kan?😁.

Sudah cukup? Belum, wkwkwk, jika sobat sudah capek dengan cabut colok kabel, bisa saja sih tanpa cabut colok, namun sobat perlu mengaktifkan dukungan CSM di BIOS, tujuannya agar GPU bisa auto-switch ke mode Legacy saat masuk sistem macOS. Untuk lebih lengkapnya tentang mekanisme atau cara kerja GPU Polaris di macOS, silakan sobat baca-baca forum di sini. Gimana sob? "Sedikit" ribet kan?😉 Apakah masih minat untuk "meminang" GPU jenis ini di sistem Hackintosh nya?

Eiiiitssss, jangan buru-buru berkata tidak berminat. Semua keribetan diatas sekarang sudah jadi masa lalu sob, wkwkwk. Baru-baru ini seorang Coders yang berinisial "vit9696" sudah menemukan cara simpel untuk mengaktifkan GPU ini tanpa ribet! Apakah perlu utak-atik hardware atau software? Tidak sama sekali. Yang sobat perlukan hanya dua kext ini:

1. Lilu
2. Whatevergreen

Tempatkan kedua kext tersebut ke folder kexts di Clover bootloader sobat, atau pasang ke dalam sistem juga boleh, lalu restart PC. Masuk BIOS, lalu sobat bisa mematikan IGPU dan set GPU External menjadi "primary", jangan lupa dukungan CSM juga bisa sobat matikan. Kalau berhasil, say goodbye sama yang namanya "black screen", simpel sekali!

Ini penampakan sistem saya, saat masih perlu bantuan dari IGPU:

polaris_agus
AMD Polaris dengan bantuan IGPU
Seperti yang sobat lihat diatas, sebelumnya saya menggunakan bantuan IGPU dari prosesor yaitu Intel HD 530 sebagai "primary" dan Sapphire RX 460 2GB sebagai "secondary". Sekarang, setelah saya coba menggunakan dua kext diatas, berikut penampakannya:

polaris_agus
AMD Polaris tanpa bantuan IGPU
Saya sudah bisa menonaktifkan dukungan CSM dan menggunakan Sapphire RX 460 saya sebagai "primary display" tanpa harus merasakan nightmare yang bernama "black screen". Plus, nama GPU yang terbaca di sistem juga sedikit lebih keren "Radeon Pro 460", hehe. Fitur "night shift" dan "display sleep" pun sudah saya coba dan berjalan dengan sempurna, mantap lah pokoknya. Oh iya, dua kext ini juga bisa digunakan untuk mengatasi masalah "black screen" yang dialami juga oleh GPU "adiknya" Polaris ini loh.

Akhirnya, setelah berbulan-bulan para pengguna GPU Polaris di sistem Hackintosh diribetkan dengan berbagai utak-atik, sekarang sudah bisa menikmati kemudahan layakanya GPU pabrikan "sebelah", hehe. Thanks untuk "vit9696" dan developer lain yang super duper keren. Jadi sobat sekarang kembali berminat meminang GPU jenis ini di mesin Hackintosh nya?

Okeh, cukup sekian dulu share dari saya. Apabila ada salah kata atau info, mohon dimaafken. Jangan lupa budayakan "do with your own risk" ya! Wassalam sob.

Note:
Biar lebih merasakan faedahnya, disarankan untuk mengupdate macOS Sierra ke versi 10.12.6 yah🙂.
Share:

Tuesday, July 18, 2017

Mengatasi Deteksi SafetyNet Pada Magisk v13.2

Halo sobat, berawal kemarin saat saya ingin bermain games Super Mario Run namun malah muncul pesan kesalahan "legend" bagi pengguna Android root, yaitu "Support Code 804-5100" yang membuat saya tidak bisa memainkan games tersebut. Seperti yang kita ketahui, Super Mario Run adalah salah satu games yang menggunakan fitur "SafetyNet Check". Fitur keamanan terbaru dari Google untuk sistem operasi Android ini, berguna sebagai "hansip" yang merazia apakah Android sobat itu pakai root, mods, Xposed, custom ROM, atau berbagai modifikasi lain yang di-"cap" Google tidak aman.

safetynet_agus
SafetyNet test failed.

Nah, bagi sobat yang suka oprek Android nya (termasuk saya), siap-siap dah kena razia apabila menjalankan aplikasi yang menggunakan fitur tersebut😀. Contohnya saja games Pokemon Go atau Super Mario Run, yang akan muncul pesan kesalahan. Juga aplikasi nonton film Netflix, yang mana apabila SafetyNet mendeteksi ada kesalahan keamanan di Android sobat, maka ia akan menghilang di PlayStore.Trus gimana donk? Kan gak asyik kalo pake Android tapi gak oprak-oprek? Hihi.

Itulah kegunaan dari sebuah aplikasi yang bernama Magisk ini. Tentunya aplikasi ini sudah populer di kalangan opreker Android, jadinya saya tak perlu menjelaskan panjang lebar. Intinya, dengan Magisk kita bisa "mengelabui" si SafetyNet, supaya ia percaya kalau Android kita masih "perawan". Lantas apakah kita sebagai opreker yang memakai Magisk sudah aman dari SafetyNet? Oh tentu tidak sob, karena mbah Google rajin banget memperbarui kekuatan fitur tersebut.

Untuk itulah empu-nya Magisk rajin update aplikasi nya biar bisa terus mem-bypass SafetyNet Check. Ya boleh dibilang kayak main kucing-kucingan gitu sama si "hansip" SafetyNet😅. Sampai post ini saya tulis, Magisk sudah pada versi 13.2, yang kemarin lusa masih bisa berjalan dengan baik "mengelabui" a.k.a mem-bypass SafetyNet. Namun sepertinya kemarin, SafetyNet kembali berhasil mendeteksi kesalahan pada Magisk v13.2. Makanya, seperti yang saya bilang diatas, Super Mario Run ngadat di hape saya.

Trus kita mesti ngapain? Yah, cara yang paling gampang sih, nunggu empu-nya Magisk untuk mengupdate. Namun tidak sengaja saya menemukan di forum XDA cara sementara untuk mengatasi deteksi SafetyNet di Magisk v13.2 ini. Itung-itung sih sambil nunggu update fix dari Magisk, iya kan sob? Nah untuk itulah di post ini saya rangkumkan caranya, biar gampangan dikit. Untuk itu mari disimak ya sob:

1. Ingat, cara ini cuma sementara dan hanya untuk Magisk versi v13.2. Dan juga sobat perlu ulangi langkah-langkah ini setiap kali sobat reboot hape.

2. Pastikan dulu test SafetyNet nya gagal, seperti gambar diatas saya menggunakan aplikasi "SafetyNet Attest" untuk mengetahuinya, apabila gagal dia akan berwarna merah. Ya siapa tau saja sobat masih hoki, test SafetyNet nya sukses, kan lumayan gak perlu ribet pakai langkah ini, hehe. Saya contohkan satu disini, aplikasi Netflix menghilang dari PlayStore, karena test SafetyNet saya gagal:

safetynet_agus
Netflix gone.

3. Buka aplikasi Terminal emulator, terserah mau pakai yang mana sob. Lalu eksekusi perintah berikut: getprop | grep magisk
Sebelum eksekusi perintah tersebut, pastikan sobat sudah eksekusi perintah "su" yah, biar masuk mode root Terminal nya.

safetynet_agus
Terminal Emualator

Apabila ada output nya(tidak harus sama dengan yang punya saya), berarti kita bisa lanjut.

4. Lanjut eksekusi perintah berikut (copas aja, biar aman): getprop | grep magisk | cut -d'[' -f2 | cut -d']' -f1 | xargs -n1 resetprop --delete
Sampai muncul output seperti ini:

safetynet_agus
Delete Magisk properties.

5. Sudah? Lalu eksekusi lagi perintah: getprop | grep magisk
Pas disini sob, pastikan tidak ada output nya yah:

safetynet_agus
Magisk properties cleared.

6. Langkah terakhir, lakukan test SafetyNet lagi. Kalau berhasil, harusnya test SafetyNet sukses, dan dia berwarna hijau:

safetynet_agus
SafetyNet test success.

7. Done, alhamdulillah. Ulangi langkah-langkah diatas, setiap kali reboot hape.

Nah, kalau test SafetyNet sudah sukses, artinya kita bisa memainkan atau menggunakan aplikasi dan games yang menggunakan fitur "SafetyNet Check" tersebut. Tapi agak ribet juga sih, tiap kali restart mesti ulangi langkah-langkah diatas sob. Yah, cara paling ampuh sih nunggu empu-nya Magisk aja memperbaiki dan mengupdate aplikasinya, yah walaupun kita tak tahu kapan dirilis update nya, biasanya sih seminggu-an. Nanti, kalau ada fix yang permanen, saya update lagi post ini.

Tapi tunggu, apakah langkah-langkah diatas itu mempengaruhi kinerja dari Magisk? Kan itu sepertinya mengutak-atik properties dari Magisk? Sejauh ini sih, tidak ada masalah apapun yang saya temui sob, Magisk masih bisa berjalan normal di hape saya. Okeh? Sampai disini dulu sob sharing dari saya, apabila ada salah kata mohon dimaafken, dan budayakan selalu do with your own risk, wassalam.

Update:
Masalah ini sudah fix pada Magisk v13.3
Share:

Wednesday, July 5, 2017

Menyentuh Khatulistiwa Di Murung Raya

Sehabis lebaran 1438H kemarin, saya memutuskan mengambil sisa cuti, ya itung-itung daripada hangus sob😅. Namun, sepertinya cuti akan sangat membosankan, karena saya awalnya tanpa ada rencana kemana-mana. Sampai akhirnya saya tak sengaja menemukan sebuah artikel di Kompasiana dan sebuah blog yang bercerita tentang petualangan menuju salah satu Monumen Khatulistiwa di tengah hutan Barito, wow! Seperti yang kita ketahui, pulau Kalimantan adalah salah satu pulau yang dilintasi oleh garis Khatulistiwa.

journey
Share:

Langganan Artikel Gratis
Masukan alamat email:

Delivered by FeedBurner

Popular Posts

Join now?