Saturday, July 29, 2017

AMD Polaris Di Hackintosh Sierra

Halo sobat, kurang lebih 7 bulan lalu AMD merilis GPU keluaran terbaru mereka. Ya, seri RX meluncur ke pasaran dengan dibekali arsitektur terbaru yang diberi codename "Polaris", menjanjikan peningkatan performa dari arsitektur yang sebelumnya. Dan yang pasti bagi pecinta macOS hanya satu pertanyaan di benak mereka, apakah GPU tersebut support di macOS? Gayung bersambut, pihak Apple kemudian merilis dukungan "partial" untuk GPU tersebut pada versi macOS Sierra 10.12.

polaris_agus
AMD Polaris GPU di Hackintosh Sierra
Kenapa saya sebut "partial" atau sebagian? Karena Apple hanya mendukung Polaris 11, sedangkan untuk Polaris 10 belum sepenuhnya didukung(perlu sedikit utak-atik). Barulah pada versi update macOS Sierra 10.12.6, GPU berbasis Polaris sepenuhnya atau "full" didukung oleh Apple. Bagi pengguna mesin real Mac, tentunya sangat mudah mengaktifkan GPU ini di macOS, cukup "plug and play". Lalu bagaimana untuk pengguna macOS sejuta umat alias "Hackintosh"?

Oh tentu bisa juga dong sob! Namun tidak semudah di mesin real Mac, ada perjuangan ekstra sob😁. Kita disini memerlukan bantuan dari internal grafik (IGPU) agar bisa menjalankan GPU ini di mesin Hackintosh. Gak punya IGPU? Terpaksa sobat harus punya dua DGPU atau grafik external, GPU yang satu harus didukung macOS yang satunya baru GPU berbasis Polaris. Jadi intinya, IGPU harus dijadikan sebagai grafik utama atau "primary display". Kenapa begitu? Karena jika tanpa bantuan IGPU dia akan "black screen" alias tidak ada sinyal di monitor begitu masuk sistem.

Perjuangan ekstra lain ialah, bagi yang Motherboard nya tidak support "auto-switch", maka perlu cabut colok kabel monitor. Misal sebelum menyalakan PC sobat perlu colok monitor di IGPU, biarkan sistem boot sampai masuk sistem, baru cabut dan colok monitor di GPU Polaris ini. Jika tidak begitu, say hello dengan "black screen" binti "no signal". Apakah perjuangan cukup disitu? Oh tidak sob, kegregetan lain ialah saat booting dia akan "blind boot" alias tidak akan muncul output di monitor sampai masuk sistem macOS, mantep kan?😁.

Sudah cukup? Belum, wkwkwk, jika sobat sudah capek dengan cabut colok kabel, bisa saja sih tanpa cabut colok, namun sobat perlu mengaktifkan dukungan CSM di BIOS, tujuannya agar GPU bisa auto-switch ke mode Legacy saat masuk sistem macOS. Untuk lebih lengkapnya tentang mekanisme atau cara kerja GPU Polaris di macOS, silakan sobat baca-baca forum di sini. Gimana sob? "Sedikit" ribet kan?😉 Apakah masih minat untuk "meminang" GPU jenis ini di sistem Hackintosh nya?

Eiiiitssss, jangan buru-buru berkata tidak berminat. Semua keribetan diatas sekarang sudah jadi masa lalu sob, wkwkwk. Baru-baru ini seorang Coders yang berinisial "vit9696" sudah menemukan cara simpel untuk mengaktifkan GPU ini tanpa ribet! Apakah perlu utak-atik hardware atau software? Tidak sama sekali. Yang sobat perlukan hanya dua kext ini:

1. Lilu
2. Whatevergreen

Tempatkan kedua kext tersebut ke folder kexts di Clover bootloader sobat, atau pasang ke dalam sistem juga boleh, lalu restart PC. Masuk BIOS, lalu sobat bisa mematikan IGPU dan set GPU External menjadi "primary", jangan lupa dukungan CSM juga bisa sobat matikan. Kalau berhasil, say goodbye sama yang namanya "black screen", simpel sekali!

Ini penampakan sistem saya, saat masih perlu bantuan dari IGPU:

polaris_agus
AMD Polaris dengan bantuan IGPU
Seperti yang sobat lihat diatas, sebelumnya saya menggunakan bantuan IGPU dari prosesor yaitu Intel HD 530 sebagai "primary" dan Sapphire RX 460 2GB sebagai "secondary". Sekarang, setelah saya coba menggunakan dua kext diatas, berikut penampakannya:

polaris_agus
AMD Polaris tanpa bantuan IGPU
Saya sudah bisa menonaktifkan dukungan CSM dan menggunakan Sapphire RX 460 saya sebagai "primary display" tanpa harus merasakan nightmare yang bernama "black screen". Plus, nama GPU yang terbaca di sistem juga sedikit lebih keren "Radeon Pro 460", hehe. Fitur "night shift" dan "display sleep" pun sudah saya coba dan berjalan dengan sempurna, mantap lah pokoknya. Oh iya, dua kext ini juga bisa digunakan untuk mengatasi masalah "black screen" yang dialami juga oleh GPU "adiknya" Polaris ini loh.

Akhirnya, setelah berbulan-bulan para pengguna GPU Polaris di sistem Hackintosh diribetkan dengan berbagai utak-atik, sekarang sudah bisa menikmati kemudahan layakanya GPU pabrikan "sebelah", hehe. Thanks untuk "vit9696" dan developer lain yang super duper keren. Jadi sobat sekarang kembali berminat meminang GPU jenis ini di mesin Hackintosh nya?

Okeh, cukup sekian dulu share dari saya. Apabila ada salah kata atau info, mohon dimaafken. Jangan lupa budayakan "do with your own risk" ya! Wassalam sob.

Note:
Biar lebih merasakan faedahnya, disarankan untuk mengupdate macOS Sierra ke versi 10.12.6 yah🙂.
Share:

Tuesday, July 18, 2017

Mengatasi Deteksi SafetyNet Pada Magisk v13.2

Halo sobat, berawal kemarin saat saya ingin bermain games Super Mario Run namun malah muncul pesan kesalahan "legend" bagi pengguna Android root, yaitu "Support Code 804-5100" yang membuat saya tidak bisa memainkan games tersebut. Seperti yang kita ketahui, Super Mario Run adalah salah satu games yang menggunakan fitur "SafetyNet Check". Fitur keamanan terbaru dari Google untuk sistem operasi Android ini, berguna sebagai "hansip" yang merazia apakah Android sobat itu pakai root, mods, Xposed, custom ROM, atau berbagai modifikasi lain yang di-"cap" Google tidak aman.

safetynet_agus
SafetyNet test failed.

Nah, bagi sobat yang suka oprek Android nya (termasuk saya), siap-siap dah kena razia apabila menjalankan aplikasi yang menggunakan fitur tersebut😀. Contohnya saja games Pokemon Go atau Super Mario Run, yang akan muncul pesan kesalahan. Juga aplikasi nonton film Netflix, yang mana apabila SafetyNet mendeteksi ada kesalahan keamanan di Android sobat, maka ia akan menghilang di PlayStore.Trus gimana donk? Kan gak asyik kalo pake Android tapi gak oprak-oprek? Hihi.

Itulah kegunaan dari sebuah aplikasi yang bernama Magisk ini. Tentunya aplikasi ini sudah populer di kalangan opreker Android, jadinya saya tak perlu menjelaskan panjang lebar. Intinya, dengan Magisk kita bisa "mengelabui" si SafetyNet, supaya ia percaya kalau Android kita masih "perawan". Lantas apakah kita sebagai opreker yang memakai Magisk sudah aman dari SafetyNet? Oh tentu tidak sob, karena mbah Google rajin banget memperbarui kekuatan fitur tersebut.

Untuk itulah empu-nya Magisk rajin update aplikasi nya biar bisa terus mem-bypass SafetyNet Check. Ya boleh dibilang kayak main kucing-kucingan gitu sama si "hansip" SafetyNet😅. Sampai post ini saya tulis, Magisk sudah pada versi 13.2, yang kemarin lusa masih bisa berjalan dengan baik "mengelabui" a.k.a mem-bypass SafetyNet. Namun sepertinya kemarin, SafetyNet kembali berhasil mendeteksi kesalahan pada Magisk v13.2. Makanya, seperti yang saya bilang diatas, Super Mario Run ngadat di hape saya.

Trus kita mesti ngapain? Yah, cara yang paling gampang sih, nunggu empu-nya Magisk untuk mengupdate. Namun tidak sengaja saya menemukan di forum XDA cara sementara untuk mengatasi deteksi SafetyNet di Magisk v13.2 ini. Itung-itung sih sambil nunggu update fix dari Magisk, iya kan sob? Nah untuk itulah di post ini saya rangkumkan caranya, biar gampangan dikit. Untuk itu mari disimak ya sob:

1. Ingat, cara ini cuma sementara dan hanya untuk Magisk versi v13.2. Dan juga sobat perlu ulangi langkah-langkah ini setiap kali sobat reboot hape.

2. Pastikan dulu test SafetyNet nya gagal, seperti gambar diatas saya menggunakan aplikasi "SafetyNet Attest" untuk mengetahuinya, apabila gagal dia akan berwarna merah. Ya siapa tau saja sobat masih hoki, test SafetyNet nya sukses, kan lumayan gak perlu ribet pakai langkah ini, hehe. Saya contohkan satu disini, aplikasi Netflix menghilang dari PlayStore, karena test SafetyNet saya gagal:

safetynet_agus
Netflix gone.

3. Buka aplikasi Terminal emulator, terserah mau pakai yang mana sob. Lalu eksekusi perintah berikut: getprop | grep magisk
Sebelum eksekusi perintah tersebut, pastikan sobat sudah eksekusi perintah "su" yah, biar masuk mode root Terminal nya.

safetynet_agus
Terminal Emualator

Apabila ada output nya(tidak harus sama dengan yang punya saya), berarti kita bisa lanjut.

4. Lanjut eksekusi perintah berikut (copas aja, biar aman): getprop | grep magisk | cut -d'[' -f2 | cut -d']' -f1 | xargs -n1 resetprop --delete
Sampai muncul output seperti ini:

safetynet_agus
Delete Magisk properties.

5. Sudah? Lalu eksekusi lagi perintah: getprop | grep magisk
Pas disini sob, pastikan tidak ada output nya yah:

safetynet_agus
Magisk properties cleared.

6. Langkah terakhir, lakukan test SafetyNet lagi. Kalau berhasil, harusnya test SafetyNet sukses, dan dia berwarna hijau:

safetynet_agus
SafetyNet test success.

7. Done, alhamdulillah. Ulangi langkah-langkah diatas, setiap kali reboot hape.

Nah, kalau test SafetyNet sudah sukses, artinya kita bisa memainkan atau menggunakan aplikasi dan games yang menggunakan fitur "SafetyNet Check" tersebut. Tapi agak ribet juga sih, tiap kali restart mesti ulangi langkah-langkah diatas sob. Yah, cara paling ampuh sih nunggu empu-nya Magisk aja memperbaiki dan mengupdate aplikasinya, yah walaupun kita tak tahu kapan dirilis update nya, biasanya sih seminggu-an. Nanti, kalau ada fix yang permanen, saya update lagi post ini.

Tapi tunggu, apakah langkah-langkah diatas itu mempengaruhi kinerja dari Magisk? Kan itu sepertinya mengutak-atik properties dari Magisk? Sejauh ini sih, tidak ada masalah apapun yang saya temui sob, Magisk masih bisa berjalan normal di hape saya. Okeh? Sampai disini dulu sob sharing dari saya, apabila ada salah kata mohon dimaafken, dan budayakan selalu do with your own risk, wassalam.

Update:
Masalah ini sudah fix pada Magisk v13.3
Share:

Wednesday, July 5, 2017

Menyentuh Khatulistiwa Di Murung Raya

Sehabis lebaran 1438H kemarin, saya memutuskan mengambil sisa cuti, ya itung-itung daripada hangus sob😅. Namun, sepertinya cuti akan sangat membosankan, karena saya awalnya tanpa ada rencana kemana-mana. Sampai akhirnya saya tak sengaja menemukan sebuah artikel di Kompasiana dan sebuah blog yang bercerita tentang petualangan menuju salah satu Monumen Khatulistiwa di tengah hutan Barito, wow! Seperti yang kita ketahui, pulau Kalimantan adalah salah satu pulau yang dilintasi oleh garis Khatulistiwa.

journey
Share:

Sunday, June 11, 2017

Cara Install Hackintosh High Sierra Developer Beta Di Acer V5-471G

Halo sobat, selamat berpuasa dulu nih saya ucapkan bagi kita yang menjalankan. Kebetulan beberapa saat yang lalu di pagelaran WWDC 2017 nya Apple, mereka mengumumkan penerus dari macOS 10.12 Sierra. Ya, Apple menamainya dengan macOS 10.13 High Sierra. Oh Apple, seriously? Tapi, terlepas dari apapun penamaannya, yang penting bagi saya itu, selama masih bisa kita "hackintosh"-in sudah mantap banget, hehe.

10.13_beta_agus
macOS 10.13 High Sierra

Tanpa pikir berkilo-kilo, saya langsung ubek-ubek mbah Google untuk download installer nya, maklum lah tak punya akun buat nyobain versi beta. Setelah dapat dan sukses terdownload langsung saya eksekusi di laptop jadul dan kesayangan saya, Acer V5-471G. Penasaran sob? Apakah masih bisa dipasang atau enggak ya? Untuk itu mari disimak pengalaman saya ini. Tapi ingat, ini masih versi Beta paling awal, tidak disarankan loh, hehe.


Persiapan

1. Puasa, gak ada cemilan!

2. Emmm gimana ya? Kali ini beda dengan versi Beta sebelumnya dimana sangat gampang bikin USB Flashdisk installer untuk BIOS Legacy, sekarang kita terpaksa tidak bisa menggunakan Flashdisk sob, perlu sediakan OSX/macOS yang sudah running dulu.

3. Siapkan partisi kosong untuk High Sierra, minimal 20Gb di primary jangan di extended/logical, dan format ke HFS+ atau APFS(kalau saya HFS+ aja dulu😉).


Pemanasan

1. Ingat sob, bagi pemula cari tau dulu tentang Hackintosh ya! Serius nih!

2. Untuk kext-kext, sama saja seperti Sierra, TAPI usahakan cari versi yang paling baru.

3. Seperti yang sudah saya kasih kisi-kisi diatas bahwasanya kali ini beda bagi yang masih pakai BIOS Legacy kaya saya ini. Sampai blog ini ditulis, kita masih belum bisa membuat USB Installer dengan metode restore, karena akan muncul peringatan bahwa Installer rusak terus. Sumpah ini bikin saya puyeng, kirain corrupt download-an saya, hehe.

4. Cari tau juga tentang SIP(System Integrity Protection) ya! Penting nih buat ngoprek.


Pemasangan

Attention: Seluruh tutorial saya ini khusus buat V5-471G dengan spek Core I5-3317U/I3-3217U & Optimus Geforce GT 620M. Kalo untuk variant V5-471G yang lain mungkin sama saja caranya, cuma saya tidak menjamin DSDT/SSDT punya saya jalan di variant selain punya saya ini sob.

1. Pada bagian persiapan diatas, pastikan partisi untuk High Sierra sobat sudah fresh.

2. Jalankan OSX/macOS sobat. Lalu mount "InstallESD.dmg" dari installer High Sierra, trus cari file "Core.pkg". Jalankan "Core.pkg" dan arahkan pemasangan ke partisi High Sierra kosong tadi, tunggu beberapa saat sampai selesai.

3. Setelah selesai, mount "BaseSystem.dmg" dari installer High Sierra, trus cari file "boot.efi", file itu ada di folder "/System/Library/CoreServices/". Copy file tersebut ke partisi High Sierra di folder "/System/Library/CoreServices/" nya juga.

4. Pasang Bootloader ke partisi High Sierra tersebut. Dan arahkan boot ke partisi High Sierra tadi pakai bootflag "-v dart=0 darkwake=0 rootless=0 kext-dev-mode=1" (tanpa kutip).

5. Pastikan kext "FakeSMC.kext" nya termuat sob, kalau tidak ya tidak bisa masuk GUI nya.

6. Anggaplah sobat berhasil masuk GUI, dan sobat akan langsung masuk ke bagian registrasi. Masukin username, dan next next aja.

7. Done, alhamdulillah.



Utak-atik dan kondisi

1. Processor Core I5 3317U/Core I3 3217U 1.7GHz turbo boost up to 2.6GHz Ivy Bridge, native support. Patch AppleIntelCPUPowerManagement.kext dan drop SSDT supaya dapat speedstep.

2. Intel HD 4000, work 100%, full Quartz Extreme/Core Image.
Untuk VGA out(biasanya kalo mau presentasi ke proyektor) pake kabel bawaan ga support, sobat mesti beli "HDMI to VGA converter" yang "active", untuk patch HD4000 biar bisa jalan VGA pake kabel bawaan saya belum coba sob, udah terlanjur beli converter soalnya ;-).
*Bagi yang mau utak atik display dengan EDID, ini sudah saya "ekstrak"-an info EDID buat display nya, lihat disini.
*Banyak penyakit hackintosh, salah satu nya adalah tak mengenali "merk" monitor kita(ya iyalah, lagian siapa suruh install di system non Apple, wekaweka). Untuk mengatasi tersebut, saya punya fix nya, silahkan download file disini, ekstrak lalu copy folder tersebut ke /System/Library/Displays/Contents/Resources/Overrides/(disini), restart. Nanti merk "unknown" nya berubah jadi "Color LCD", lumayan.
*Oke, masalah display pref yang gak bisa dibuka di Sierra, sudah saya fix kan. Kita perlu meng-edit EDID dari display, dan berikut file yang bisa sobat download, disini. Ekstrak lalu copy folder tersebut ke /System/Library/Displays/Contents/Resources/Overrides/(disini), restart. Ingat, file ini khusus untuk V5-471G dengan spek i5-3317U, HD4000, GT620M!

3. NVidia GeForce GT620M 1Gb Optimus, tidak jalan, disable saja di Bios (ubah jadi integrated) atau disable via DSDT. Disable optimus bisa menghemat banyak energi atau baterai. CPU jadi dingin sob, saya pernah sampe 38 derajat celcius...;-)

4. Chipset HM77 jalan.

5. Audionya, Intel Panther Point (ALC 271x, another kind of ALC269), pake VoodooHDA yang 2.8.2d6. Atau saya disini pakai AppleALC.kext, dan inject layout id 11 di DSDT, kembalikan AppleHDA.kext ke yang asli nya(vanilla) bukan versi patch, sound input dan output works very well. Pastikan gunakan bootflag "-alcbeta" (tanpa kutip) kalo gak, ya gak jalan.

6. Ethernet Realtek RTL8168/8111 Gigabit-LAN, pake kext RealtekRTL81xx.kext.

7. Login ke Store/iCloud lancar. iMessage/Facetime gak tau dah, belum dapat sumbangan ROM dan MLB ;-p

8. Webcam dan USB 3.0 work gak pake kext.

9. Battery work pake ACPIBatteryManager.kext.

10. Wifi, impossible, ga jalan...:-( --> paling simpel+murah, beli aja sob Mini 150m Wifi usb dongle, work! Atau replace card bawaan dengan card yang cocok dengan hackintosh, ingat waktu replace wifi card, tutup(selotip) dulu Pin20 nya, biar gak di block BIOS.

11. Card reader, ga jalan! (Workaround pake kext ini disini)

12. Keyboard dan touchpad pake VoodooPS2Controller.kext, ingat pake versi yang terbaru, kalau enggak enjoy the KP. Tapi di System Preferences, Touchpad nya masih blank.

13. Bluetooth, work OOB!

14. Untuk masalah shutdown yang malah jadi restart, penyebab nya adalah USB 3.0. Jadi kita perlu "defer" USB 3.0 agar masuknya "lewat" port USB 2.0. Nah dalam versi sebelumnya, saya menggunakan kext GenericUSBXHCI.kext plus bootflag "-gux_defer_usb2 -gux_no_idle" biar bisa defer ke USB 2.0, sekarang itu gak bisa lagi sob. Untuk mengatasinya sobat perlu install "FakeCPIID_XHCIMux.kext", dan tadaaaa berhasil men-defer USB 3.0 ke USB 2.0, so si laptop bisa shutdown dengan benar.

15. Restart works! Sleep belum coba.

16. Aplikasi banyak tewas? Maklum masih beta tahap pertama, jalankan dulu perintah ini "sudo spctl --master-disable" (tanpa kutip) di Terminal.

Tak banyak berubah as always sob. Namun ya gitu, lelet. Jadi, sangat tidak dianjurkan untuk penggunaan sehari-hari! Yang hot kali ini adalah kita akan menyambut APFS(Apple File System) yang katanya akan menggantikan HFS+. Wesss, tenang sob, HFS+ masih bisa dipake kok, dan lagian katanya sih APFS optimalnya hanya di SSD, di HDD suram😜.

Oh iya, belum sip kalau saya belum share screenshot, enjoy:

10.13_dev_agus
App Store

10.13_dev_agus
Launchpad

10.13_dev_agus
Safari yang digadang-gadang oleh Apple pada versi ini adalah browser paling cepat di dunia!

10.13_dev_agus
Siri bila di versi Beta budek nya minta ampun.

10.13_dev_pref_agus
System Preferences

10.13_dev_agus
Testing video player.

10.13_beta_agus
Testing audio player.

10.13_beta_agus
Ngaji dulu sob😉!

10.13_dev_agus
Ini nih si APFS.

10.13_dev_beta_agus
Quartz Extreme/Core Image

Done, dan ternyata masih bisa kita "hackintosh"-in sob, hehe. Kalau sobat mau coba juga, saya doakan sukses deh, tapi ingat yah bukan untuk pemakaian sehari-hari, masih buggy banget soalnya. Jangan lupa budayakan selalu do with your own risk. Oke sob, sekian dulu share dari saya, apabila salah kata mohon maaf yah, wassalam.
Share:

Thursday, June 1, 2017

Pengalaman Saya Dengan Ubuntu 17.04 Dan Kustomisasinya

Halo sobat, kembali lagi saya share pengalaman saya dengan OS yang satu ini. Setelah berpikir dan bertapa untuk memberanikan diri(alah lebay) mengganti versi LTS dari Ubuntu 16.04 dengan Ubuntu 17.04 yang hanya mendapat dukungan 9 bulan, saya putuskan mantap untuk memasang Ubuntu 17.04 di laptop kesayangan. Maklum sob, pengen selalu update kayanya nih. Yup, sebulan lalu(ketinggalan kabar?) Canonical merilis versi terbaru dari Ubuntu dan diberi code-name Zesty Zapus.

ubuntu_agus
Ubuntu 17.04 Zesty Zapus

Ubuntu 17.04 Zesty Zapus meskipun hanya short-term, tapi tetap membawa pembaruan yang cukup seru. Untuk lebih jelasnya apa aja yang baru di versi ini, bisa langsung kunjungi situs empunya aja sob😉. Oh iya, BTW apa cuman saya yang "sangat excited" sama nama Ubuntu yang selanjutnya?😂 Seperti yang kita tahu, Ubuntu 17.04 sudah sampai alfabet "Z". Mungkin sih akan jadi nama buah-buahan kali ya? Haha.

Oke, sebelumnya saya sudah share pengalaman saya dengan Ubuntu 16.04 disini. Kembali saya akan berbagi kepada sobat-sobat pengalaman dan kustomisasi saya dengan Ubuntu 17.04. Harap dicatat disini saya termasuk dalam user awam, belum pro. Jadi, semua yang saya lakukan disini hanya untuk mengoptimalkan pemakaian Ubuntu 17.04 menurut selera saya. Ya, siapa tau sobat juga punya selera sama dengan saya😉. Baiklah, tanpa basa-basi langsung saja disimak:

Bagian System

1. Sesaat berhasil masuk Desktop, hal yang fardhu dilakukan adalah cek update sob. Kalau ada update, langsung hajar update aja.

ubuntu_agus_update
Software Update

2. Lalu langsung hajar pasang Additional Driver. Ini penting untuk update grafik atau prosesor power managemen.

ubuntu_agus_additional
Additional Driver

3. Oh iya, saya lebih suka server repo nya ke server utama Ubuntu sob, soalnya pernah pake server Indonesia ternyata masih ada yang belum siap update nya.

ubuntu_agus_repo
Main Server

4. Untuk lebih afdol power management nya, bisa sobat pasang TLP. Tinggal hajar perintah ini di terminal: sudo apt-get install tlp

ubuntu_agus_tlp
TLP

5. Saya juga pasang "old school" Synaptic dan Gdebi Package Installer. Perintah: sudo apt-get install synaptic gdebi

6. Tentu sobat sudah tau bahwa kedepannya nanti Ubuntu akan kembali memakai Gnome. Nah untuk persiapan, bisa juga pasang Gnome berdampingan dengan Unity, perintah: sudo apt-get install gnome-shell. Kita bisa gampang switch mau pake Gnome atau Unity pas di login screen.

ubuntu_agus_gnome
Gnome Desktop


Bagian Essential System

1. Ubuntu sudah ada Firewall sob, cuman belum berbentuk GUI(setau saya). Untuk itu perlu kita pasangin GUI nya, hajar perintah: sudo apt-get install gufw

ubuntu_agus_firewall
Firewall

2. Aplikasi buat bersih-bersih juga penting nih, perintah:
sudo add-apt-repository ppa:gerardpuig/ppa
sudo apt-get update && sudo apt-get install ubuntu-cleaner

atau kalau mau Bleachbit
sudo apt-get install bleachbit

ubuntu_agus_cleaner
Ubuntu Cleaner

3. Buat yang punya grafik Nvidia apalagi Nvidia Optimus kaya saya, langsung aja pasang via Additional Driver sob.

ubuntu_agus_nvidia
Nvidia Settings

4. Pasang Flash Plugin sob, biar bisa memainkan media online. Perintah: sudo apt-get install flashplugin-installer

5. Java support juga penting nih untuk beberapa aplikasi yang memerlukan Java. Perintah: sudo apt-get install icedtea-8-plugin openjdk-8-jre

6. Ubuntu terbatas untuk memainkan banyak file media sob, untuk itu kita perlu tambahan Codec dan DVD playback. Perintah:

sudo apt-get install ubuntu-restricted-extras ffmpeg gxine libdvdread4 icedax tagtool libdvd-pkg easytag id3tool lame libxine2-ffmpeg nautilus-script-audio-convert libmad0 mpg321 libavcodec-extra gstreamer1.0-libav

Lumayan panjang yah sob? Hehe. Copas ajah!

7. Sejatinya Ubuntu sudah punya berbagai format untuk kompres file, tapi tak ada salahnya kita melengkapi nya. Perintah: sudo apt-get install p7zip-rar p7zip-full unace unrar zip unzip sharutils rar uudeview mpack arj cabextract file-roller

8. Buat jaga-jaga kalau ada yang salah dengan Unity desktop, kita bisa reset dengan perintah ini:
sudo apt-get install dconf-tools
dconf reset -f /org/compiz/
setsid unity
unity --reset-icons



Bagian UI(User Interface)

1. Pada bagian UI, biar keren gitu saya pasang semacam indikator cuaca. Perintah:
sudo add-apt-repository ppa:kasra-mp/ubuntu-indicator-weather
sudo apt update && sudo apt install indicator-weather

atau
sudo add-apt-repository ppa:atareao/atareao
sudo apt update
sudo apt install my-weather-indicator


ubuntu_agus_weather
Weather Indicator

2. Indikator sistem juga perlu kayanya. Perintah: sudo apt-get install indicator-multiload atau sudo apt-get install psensor

ubuntu_agus_indicator
Indikator Sistem

3. Untuk bisa utak-atik Unity yang lebih lengkap, sobat bisa pasang Unity Tweak Tool, perintah: sudo apt-get install unity-tweak-tool

4. Unity bisa kita ubah tampilan nya dengan Theme, bisa sobat jelajah berbagai Theme di mbah Google untuk Unity nya Ubuntu. Kalau sobat mau Theme yang seperti saya diatas bisa pasang: sudo apt-get install numix-theme

5. Sobat juga bisa mengganti icon standar Ubuntu dengan icon pack style pihak ketiga, banyak kok sob di mbah Google. Kalau saya suka Papirus Icon Pack:
sudo add-apt-repository ppa:papirus/papirus
sudo apt update && sudo apt install papirus-icon-theme


ubuntu_agus_icon
Icon Pack

6. Kalau mau tweak UI yang lebih extreme, sobat bisa install Compiz Manager. Dengan ini, sobat bisa mengaktifkan berbagai animasi, dan fitur "tersembunyi" lain. Tapi hati-hati lho pake nya sob, saya pernah ceroboh, jadi blank layarnya, hehe. Perintah: sudo apt-get install compizconfig-settings-manager compiz-plugins-extra


Aplikasi Pendukung

1. Yup, sampai pada bagian Aplikasi. Sobat bisa memasang ratusan aplikasi yang tersedia di Ubuntu Software Center. Simple dan gratis.

ubuntu_agus_software
Ubuntu Software Center

2. Aplikasi pemutar video andalan saya nih, VLC Video Player.

ubuntu_agus_vlc
VLC Video Player

3. Aplikasi pemutar musik rekomendasi dari saya nih sob, Audacious! Ntaps.

ubuntu_agus_audacious
Audacious

4. Oh iya, selain di Ubuntu Software Center, ada beberapa aplikasi yang menyediakan installer nya tersendiri diluar Software Center. Misal: Skype, Google Chrome, Spotify, Dropbox, dan yang lain.

5. Sudah tau Snappy kan sob? Iya installer universal untuk lintas distribusi Linux. Sobat bisa mencari aplikasi berbasis Snappy dengan perintah: snap find. Atau misalnya sobat mau cari tentang aplikasi untuk musik snap find music, nanti akan muncul nama "package" nya. Kalau sobat mau install eksekusi perintah sudo snap install (nama package nya). Kalau mau update aplikasi yang sudah terinstall sudo snap refresh (nama packagenya), ingat tanpa tanda kurung yah. Dan kalau mau hapus aplikasi berbasis Snappy, tinggal hajar sudo snap remove (nama package). Lupa nama palikasi apa aja yang pernah dipasang? Tinggal eksekusi snap list.

ubuntu_agus_snap
Snappy Apps

6. Dan berbagai aplikasi lain, kan gak mungkin juga sob saya tampilin satu-satu disini😂. Misal: Adobe Reader, GIMP(Photoshop alternative), Inkscape(Coreldraw aletrnative), Virtual Box(VMWare alternative), Steam(buat games), PlayOnLinux(buat main Windows games), atau Wine(buat jalankan aplikasi Windows). Dan yang paling penting, gratis.

Nah, gimana sob? Tertarik untuk memakai Ubuntu juga? Intinya sih, Linux itu gak kalah deh sama Windows atau Macintosh. Nah, sekiranya sekian dulu ya, share pengalaman saya dengan Ubuntu 17.04. Kalau sobat mau nambahin hal "seru" lain boleh kok, silakan di komen yah. Apabila ada salah kata-kata, mohon dikoreksi yah, do with your own risk. Wassalam.

Note: Instalasi aplikasi wajib terhubung ke internet.

Share:

Wednesday, April 26, 2017

Cara Mengaktifkan NPAPI Plugin Pada Firefox 52 Keatas

Halo sobat, kali ini saya mau share pengalaman ketika saya browsing ke beberapa website menggunakan browser Firefox, dan ternyata fitur website tersebut ada yang gak jalan. Saya coba-coba buka pakai Google Chrome, eh ternyata bisa jalan dengan lancar. Otomatis saya mulai berpikir bahwa ada yang salah dengan Firefox update terbaru ini, entah add-on atau plugin nya. Selidik punya selidik, ternyata betul dugaan saya. Melalui laman resminya, Mozilla (selaku empunya Firefox) mengumumkan bahwa support untuk plugin berbasis "NPAPI" sudah tak didukung mulai versi Firefox 52 keatas.

firefox_agus
NPAPI based plugins are blocked.
Kok saya baru tau sekarang yak? Padahal info tersebut sudah ada sejak Maret 2017. Bukan hanya Firefox saja loh sob yang menerapkan "kebijakan" ini, browser lain juga, seperti Chrome atau Edge pada update mereka selanjutnya. Entahlah, yang saya perlukan sekarang bagaimana caranya mengaktifkan plugin berbasis NPAPI pada versi Firefox terbaru, hehe. Sebenarnya pihak Mozilla sudah merilis Firefox ESR Version, dimana pada versi tersebut plugin berbasis NPAPI masih bisa diaktifkan sampai tahun 2018. Tapi ya kita jadi gak bisa menikmati update fitur, cuma bisa dapet update security deh, dan itulah alasan saya gak mau pakai yang ESR version.

Mulailah penjelajahan ke forum-forum orang bule, as always sob😉. Ternyata betul, ada trik simpel biar plugin berbasis NPAPI bisa jalan lagi di versi firefox 52 keatas, yes! Penasaran? Tenang, biar sobat gak perlu repot ubek-ubek forum, saya ringkaskan trik tersbut sejelas-jelasnya disini:

1. Saat ini saya menggunakan Firefox versi 53

2. Buka tab baru, lalu ketik di URL bar: about:config lalu tekan enter, kalo ada konfirmasi, yes in ajah!

3. Tambah string config baru, caranya sobat scroll halaman sampai paling bawah, trus klik kanan pilih New->Boolean. Preferences name nya isi plugin.load_flash_only dan value nya isi false.

firefox_agus
Add string.
4. Biar lebih afdol, setelah menambahkan config baru tersebut, sobat restart Firefox.

5. Sebelum menambahkan config tersebut, Firefox akan memblok plugin berbasis NPAPI, contohnya Java Plugin.

firefox_agus
Missing plugin?
6. Setelah ditambah config tersebut, Firefox akan memuat plugin berbasis NPAPI lagi deh, ntaps!

firefox_agus
Plugin loaded.
7. Done, alhamdulillah😉

Gimana sob? A piece of cake bukan? Kalau sobat masih memerlukan plugin yang berbasis NPAPI di Firefox 52 keatas (kaya saya), bisa sobat terapkan trik diatas untuk menjalankan nya. Tapi, perlu di ingat, trik ini hanya bersifat sementara, mungkin akan tidak jalan lagi tahun 2018 entar. Semoga saja semua situs cepat menerapkan kebijakan baru dari "para browser" ini, hehe. Sekian dulu trik dari saya sob, apabila ada salah kata mohon maaf, do with your own risk. Apabila sobat ada cara lain yang lebih mudah, please share😁, wassalam.
Share:

Langganan Artikel Gratis
Masukan alamat email:

Delivered by FeedBurner

Popular Posts

Join now?