Sunday, June 11, 2017

Cara Install Hackintosh High Sierra Developer Beta Di Acer V5-471G

Halo sobat, selamat berpuasa dulu nih saya ucapkan bagi kita yang menjalankan. Kebetulan beberapa saat yang lalu di pagelaran WWDC 2017 nya Apple, mereka mengumumkan penerus dari macOS 10.12 Sierra. Ya, Apple menamainya dengan macOS 10.13 High Sierra. Oh Apple, seriously? Tapi, terlepas dari apapun penamaannya, yang penting bagi saya itu, selama masih bisa kita "hackintosh"-in sudah mantap banget, hehe.

10.13_beta_agus
macOS 10.13 High Sierra

Tanpa pikir berkilo-kilo, saya langsung ubek-ubek mbah Google untuk download installer nya, maklum lah tak punya akun buat nyobain versi beta. Setelah dapat dan sukses terdownload langsung saya eksekusi di laptop jadul dan kesayangan saya, Acer V5-471G. Penasaran sob? Apakah masih bisa dipasang atau enggak ya? Untuk itu mari disimak pengalaman saya ini. Tapi ingat, ini masih versi Beta paling awal, tidak disarankan loh, hehe.


Persiapan

1. Puasa, gak ada cemilan!

2. Emmm gimana ya? Kali ini beda dengan versi Beta sebelumnya dimana sangat gampang bikin USB Flashdisk installer untuk BIOS Legacy, sekarang kita terpaksa tidak bisa menggunakan Flashdisk sob, perlu sediakan OSX/macOS yang sudah running dulu.

3. Siapkan partisi kosong untuk High Sierra, minimal 20Gb di primary jangan di extended/logical, dan format ke HFS+ atau APFS(kalau saya HFS+ aja dulu😉).


Pemanasan

1. Ingat sob, bagi pemula cari tau dulu tentang Hackintosh ya! Serius nih!

2. Untuk kext-kext, sama saja seperti Sierra, TAPI usahakan cari versi yang paling baru.

3. Seperti yang sudah saya kasih kisi-kisi diatas bahwasanya kali ini beda bagi yang masih pakai BIOS Legacy kaya saya ini. Sampai blog ini ditulis, kita masih belum bisa membuat USB Installer dengan metode restore, karena akan muncul peringatan bahwa Installer rusak terus. Sumpah ini bikin saya puyeng, kirain corrupt download-an saya, hehe.

4. Cari tau juga tentang SIP(System Integrity Protection) ya! Penting nih buat ngoprek.


Pemasangan

Attention: Seluruh tutorial saya ini khusus buat V5-471G dengan spek Core I5-3317U/I3-3217U & Optimus Geforce GT 620M. Kalo untuk variant V5-471G yang lain mungkin sama saja caranya, cuma saya tidak menjamin DSDT/SSDT punya saya jalan di variant selain punya saya ini sob.

1. Pada bagian persiapan diatas, pastikan partisi untuk High Sierra sobat sudah fresh.

2. Jalankan OSX/macOS sobat. Lalu mount "InstallESD.dmg" dari installer High Sierra, trus cari file "Core.pkg". Jalankan "Core.pkg" dan arahkan pemasangan ke partisi High Sierra kosong tadi, tunggu beberapa saat sampai selesai.

3. Setelah selesai, mount "BaseSystem.dmg" dari installer High Sierra, trus cari file "boot.efi", file itu ada di folder "/System/Library/CoreServices/". Copy file tersebut ke partisi High Sierra di folder "/System/Library/CoreServices/" nya juga.

4. Pasang Bootloader ke partisi High Sierra tersebut. Dan arahkan boot ke partisi High Sierra tadi pakai bootflag "-v dart=0 darkwake=0 rootless=0 kext-dev-mode=1" (tanpa kutip).

5. Pastikan kext "FakeSMC.kext" nya termuat sob, kalau tidak ya tidak bisa masuk GUI nya.

6. Anggaplah sobat berhasil masuk GUI, dan sobat akan langsung masuk ke bagian registrasi. Masukin username, dan next next aja.

7. Done, alhamdulillah.



Utak-atik dan kondisi

1. Processor Core I5 3317U/Core I3 3217U 1.7GHz turbo boost up to 2.6GHz Ivy Bridge, native support. Patch AppleIntelCPUPowerManagement.kext dan drop SSDT supaya dapat speedstep.

2. Intel HD 4000, work 100%, full Quartz Extreme/Core Image.
Untuk VGA out(biasanya kalo mau presentasi ke proyektor) pake kabel bawaan ga support, sobat mesti beli "HDMI to VGA converter" yang "active", untuk patch HD4000 biar bisa jalan VGA pake kabel bawaan saya belum coba sob, udah terlanjur beli converter soalnya ;-).
*Bagi yang mau utak atik display dengan EDID, ini sudah saya "ekstrak"-an info EDID buat display nya, lihat disini.
*Banyak penyakit hackintosh, salah satu nya adalah tak mengenali "merk" monitor kita(ya iyalah, lagian siapa suruh install di system non Apple, wekaweka). Untuk mengatasi tersebut, saya punya fix nya, silahkan download file disini, ekstrak lalu copy folder tersebut ke /System/Library/Displays/Contents/Resources/Overrides/(disini), restart. Nanti merk "unknown" nya berubah jadi "Color LCD", lumayan.
*Oke, masalah display pref yang gak bisa dibuka di Sierra, sudah saya fix kan. Kita perlu meng-edit EDID dari display, dan berikut file yang bisa sobat download, disini. Ekstrak lalu copy folder tersebut ke /System/Library/Displays/Contents/Resources/Overrides/(disini), restart. Ingat, file ini khusus untuk V5-471G dengan spek i5-3317U, HD4000, GT620M!

3. NVidia GeForce GT620M 1Gb Optimus, tidak jalan, disable saja di Bios (ubah jadi integrated) atau disable via DSDT. Disable optimus bisa menghemat banyak energi atau baterai. CPU jadi dingin sob, saya pernah sampe 38 derajat celcius...;-)

4. Chipset HM77 jalan.

5. Audionya, Intel Panther Point (ALC 271x, another kind of ALC269), pake VoodooHDA yang 2.8.2d6. Atau saya disini pakai AppleALC.kext, dan inject layout id 11 di DSDT, kembalikan AppleHDA.kext ke yang asli nya(vanilla) bukan versi patch, sound input dan output works very well. Pastikan gunakan bootflag "-alcbeta" (tanpa kutip) kalo gak, ya gak jalan.

6. Ethernet Realtek RTL8168/8111 Gigabit-LAN, pake kext RealtekRTL81xx.kext.

7. Login ke Store/iCloud lancar. iMessage/Facetime gak tau dah, belum dapat sumbangan ROM dan MLB ;-p

8. Webcam dan USB 3.0 work gak pake kext.

9. Battery work pake ACPIBatteryManager.kext.

10. Wifi, impossible, ga jalan...:-( --> paling simpel+murah, beli aja sob Mini 150m Wifi usb dongle, work! Atau replace card bawaan dengan card yang cocok dengan hackintosh, ingat waktu replace wifi card, tutup(selotip) dulu Pin20 nya, biar gak di block BIOS.

11. Card reader, ga jalan! (Workaround pake kext ini disini)

12. Keyboard dan touchpad pake VoodooPS2Controller.kext, ingat pake versi yang terbaru, kalau enggak enjoy the KP. Tapi di System Preferences, Touchpad nya masih blank.

13. Bluetooth, work OOB!

14. Untuk masalah shutdown yang malah jadi restart, penyebab nya adalah USB 3.0. Jadi kita perlu "defer" USB 3.0 agar masuknya "lewat" port USB 2.0. Nah dalam versi sebelumnya, saya menggunakan kext GenericUSBXHCI.kext plus bootflag "-gux_defer_usb2 -gux_no_idle" biar bisa defer ke USB 2.0, sekarang itu gak bisa lagi sob. Untuk mengatasinya sobat perlu install "FakeCPIID_XHCIMux.kext", dan tadaaaa berhasil men-defer USB 3.0 ke USB 2.0, so si laptop bisa shutdown dengan benar.

15. Restart works! Sleep belum coba.

16. Aplikasi banyak tewas? Maklum masih beta tahap pertama, jalankan dulu perintah ini "sudo spctl --master-disable" (tanpa kutip) di Terminal.

Tak banyak berubah as always sob. Namun ya gitu, lelet. Jadi, sangat tidak dianjurkan untuk penggunaan sehari-hari! Yang hot kali ini adalah kita akan menyambut APFS(Apple File System) yang katanya akan menggantikan HFS+. Wesss, tenang sob, HFS+ masih bisa dipake kok, dan lagian katanya sih APFS optimalnya hanya di SSD, di HDD suram😜.

Oh iya, belum sip kalau saya belum share screenshot, enjoy:

10.13_dev_agus
App Store

10.13_dev_agus
Launchpad

10.13_dev_agus
Safari yang digadang-gadang oleh Apple pada versi ini adalah browser paling cepat di dunia!

10.13_dev_agus
Siri bila di versi Beta budek nya minta ampun.

10.13_dev_pref_agus
System Preferences

10.13_dev_agus
Testing video player.

10.13_beta_agus
Testing audio player.

10.13_beta_agus
Ngaji dulu sob😉!

10.13_dev_agus
Ini nih si APFS.

10.13_dev_beta_agus
Quartz Extreme/Core Image

Done, dan ternyata masih bisa kita "hackintosh"-in sob, hehe. Kalau sobat mau coba juga, saya doakan sukses deh, tapi ingat yah bukan untuk pemakaian sehari-hari, masih buggy banget soalnya. Jangan lupa budayakan selalu do with your own risk. Oke sob, sekian dulu share dari saya, apabila salah kata mohon maaf yah, wassalam.
Share:

Thursday, June 1, 2017

Pengalaman Saya Dengan Ubuntu 17.04 Dan Kustomisasinya

Halo sobat, kembali lagi saya share pengalaman saya dengan OS yang satu ini. Setelah berpikir dan bertapa untuk memberanikan diri(alah lebay) mengganti versi LTS dari Ubuntu 16.04 dengan Ubuntu 17.04 yang hanya mendapat dukungan 9 bulan, saya putuskan mantap untuk memasang Ubuntu 17.04 di laptop kesayangan. Maklum sob, pengen selalu update kayanya nih. Yup, sebulan lalu(ketinggalan kabar?) Canonical merilis versi terbaru dari Ubuntu dan diberi code-name Zesty Zapus.

ubuntu_agus
Ubuntu 17.04 Zesty Zapus

Ubuntu 17.04 Zesty Zapus meskipun hanya short-term, tapi tetap membawa pembaruan yang cukup seru. Untuk lebih jelasnya apa aja yang baru di versi ini, bisa langsung kunjungi situs empunya aja sob😉. Oh iya, BTW apa cuman saya yang "sangat excited" sama nama Ubuntu yang selanjutnya?😂 Seperti yang kita tahu, Ubuntu 17.04 sudah sampai alfabet "Z". Mungkin sih akan jadi nama buah-buahan kali ya? Haha.

Oke, sebelumnya saya sudah share pengalaman saya dengan Ubuntu 16.04 disini. Kembali saya akan berbagi kepada sobat-sobat pengalaman dan kustomisasi saya dengan Ubuntu 17.04. Harap dicatat disini saya termasuk dalam user awam, belum pro. Jadi, semua yang saya lakukan disini hanya untuk mengoptimalkan pemakaian Ubuntu 17.04 menurut selera saya. Ya, siapa tau sobat juga punya selera sama dengan saya😉. Baiklah, tanpa basa-basi langsung saja disimak:

Bagian System

1. Sesaat berhasil masuk Desktop, hal yang fardhu dilakukan adalah cek update sob. Kalau ada update, langsung hajar update aja.

ubuntu_agus_update
Software Update

2. Lalu langsung hajar pasang Additional Driver. Ini penting untuk update grafik atau prosesor power managemen.

ubuntu_agus_additional
Additional Driver

3. Oh iya, saya lebih suka server repo nya ke server utama Ubuntu sob, soalnya pernah pake server Indonesia ternyata masih ada yang belum siap update nya.

ubuntu_agus_repo
Main Server

4. Untuk lebih afdol power management nya, bisa sobat pasang TLP. Tinggal hajar perintah ini di terminal: sudo apt-get install tlp

ubuntu_agus_tlp
TLP

5. Saya juga pasang "old school" Synaptic dan Gdebi Package Installer. Perintah: sudo apt-get install synaptic gdebi

6. Tentu sobat sudah tau bahwa kedepannya nanti Ubuntu akan kembali memakai Gnome. Nah untuk persiapan, bisa juga pasang Gnome berdampingan dengan Unity, perintah: sudo apt-get install gnome-shell. Kita bisa gampang switch mau pake Gnome atau Unity pas di login screen.

ubuntu_agus_gnome
Gnome Desktop


Bagian Essential System

1. Ubuntu sudah ada Firewall sob, cuman belum berbentuk GUI(setau saya). Untuk itu perlu kita pasangin GUI nya, hajar perintah: sudo apt-get install gufw

ubuntu_agus_firewall
Firewall

2. Aplikasi buat bersih-bersih juga penting nih, perintah:
sudo add-apt-repository ppa:gerardpuig/ppa
sudo apt-get update && sudo apt-get install ubuntu-cleaner

atau kalau mau Bleachbit
sudo apt-get install bleachbit

ubuntu_agus_cleaner
Ubuntu Cleaner

3. Buat yang punya grafik Nvidia apalagi Nvidia Optimus kaya saya, langsung aja pasang via Additional Driver sob.

ubuntu_agus_nvidia
Nvidia Settings

4. Pasang Flash Plugin sob, biar bisa memainkan media online. Perintah: sudo apt-get install flashplugin-installer

5. Java support juga penting nih untuk beberapa aplikasi yang memerlukan Java. Perintah: sudo apt-get install icedtea-8-plugin openjdk-8-jre

6. Ubuntu terbatas untuk memainkan banyak file media sob, untuk itu kita perlu tambahan Codec dan DVD playback. Perintah:

sudo apt-get install ubuntu-restricted-extras ffmpeg gxine libdvdread4 icedax tagtool libdvd-pkg easytag id3tool lame libxine2-ffmpeg nautilus-script-audio-convert libmad0 mpg321 libavcodec-extra gstreamer1.0-libav

Lumayan panjang yah sob? Hehe. Copas ajah!

7. Sejatinya Ubuntu sudah punya berbagai format untuk kompres file, tapi tak ada salahnya kita melengkapi nya. Perintah: sudo apt-get install p7zip-rar p7zip-full unace unrar zip unzip sharutils rar uudeview mpack arj cabextract file-roller

8. Buat jaga-jaga kalau ada yang salah dengan Unity desktop, kita bisa reset dengan perintah ini:
sudo apt-get install dconf-tools
dconf reset -f /org/compiz/
setsid unity
unity --reset-icons



Bagian UI(User Interface)

1. Pada bagian UI, biar keren gitu saya pasang semacam indikator cuaca. Perintah:
sudo add-apt-repository ppa:kasra-mp/ubuntu-indicator-weather
sudo apt update && sudo apt install indicator-weather

atau
sudo add-apt-repository ppa:atareao/atareao
sudo apt update
sudo apt install my-weather-indicator


ubuntu_agus_weather
Weather Indicator

2. Indikator sistem juga perlu kayanya. Perintah: sudo apt-get install indicator-multiload atau sudo apt-get install psensor

ubuntu_agus_indicator
Indikator Sistem

3. Untuk bisa utak-atik Unity yang lebih lengkap, sobat bisa pasang Unity Tweak Tool, perintah: sudo apt-get install unity-tweak-tool

4. Unity bisa kita ubah tampilan nya dengan Theme, bisa sobat jelajah berbagai Theme di mbah Google untuk Unity nya Ubuntu. Kalau sobat mau Theme yang seperti saya diatas bisa pasang: sudo apt-get install numix-theme

5. Sobat juga bisa mengganti icon standar Ubuntu dengan icon pack style pihak ketiga, banyak kok sob di mbah Google. Kalau saya suka Papirus Icon Pack:
sudo add-apt-repository ppa:papirus/papirus
sudo apt update && sudo apt install papirus-icon-theme


ubuntu_agus_icon
Icon Pack

6. Kalau mau tweak UI yang lebih extreme, sobat bisa install Compiz Manager. Dengan ini, sobat bisa mengaktifkan berbagai animasi, dan fitur "tersembunyi" lain. Tapi hati-hati lho pake nya sob, saya pernah ceroboh, jadi blank layarnya, hehe. Perintah: sudo apt-get install compizconfig-settings-manager compiz-plugins-extra


Aplikasi Pendukung

1. Yup, sampai pada bagian Aplikasi. Sobat bisa memasang ratusan aplikasi yang tersedia di Ubuntu Software Center. Simple dan gratis.

ubuntu_agus_software
Ubuntu Software Center

2. Aplikasi pemutar video andalan saya nih, VLC Video Player.

ubuntu_agus_vlc
VLC Video Player

3. Aplikasi pemutar musik rekomendasi dari saya nih sob, Audacious! Ntaps.

ubuntu_agus_audacious
Audacious

4. Oh iya, selain di Ubuntu Software Center, ada beberapa aplikasi yang menyediakan installer nya tersendiri diluar Software Center. Misal: Skype, Google Chrome, Spotify, Dropbox, dan yang lain.

5. Sudah tau Snappy kan sob? Iya installer universal untuk lintas distribusi Linux. Sobat bisa mencari aplikasi berbasis Snappy dengan perintah: snap find. Atau misalnya sobat mau cari tentang aplikasi untuk musik snap find music, nanti akan muncul nama "package" nya. Kalau sobat mau install eksekusi perintah sudo snap install (nama package nya). Kalau mau update aplikasi yang sudah terinstall sudo snap refresh (nama packagenya), ingat tanpa tanda kurung yah. Dan kalau mau hapus aplikasi berbasis Snappy, tinggal hajar sudo snap remove (nama package). Lupa nama palikasi apa aja yang pernah dipasang? Tinggal eksekusi snap list.

ubuntu_agus_snap
Snappy Apps

6. Dan berbagai aplikasi lain, kan gak mungkin juga sob saya tampilin satu-satu disini😂. Misal: Adobe Reader, GIMP(Photoshop alternative), Inkscape(Coreldraw aletrnative), Virtual Box(VMWare alternative), Steam(buat games), PlayOnLinux(buat main Windows games), atau Wine(buat jalankan aplikasi Windows). Dan yang paling penting, gratis.

Nah, gimana sob? Tertarik untuk memakai Ubuntu juga? Intinya sih, Linux itu gak kalah deh sama Windows atau Macintosh. Nah, sekiranya sekian dulu ya, share pengalaman saya dengan Ubuntu 17.04. Kalau sobat mau nambahin hal "seru" lain boleh kok, silakan di komen yah. Apabila ada salah kata-kata, mohon dikoreksi yah, do with your own risk. Wassalam.

Note: Instalasi aplikasi wajib terhubung ke internet.

Share:

Wednesday, April 26, 2017

Cara Mengaktifkan NPAPI Plugin Pada Firefox 52 Keatas

Halo sobat, kali ini saya mau share pengalaman ketika saya browsing ke beberapa website menggunakan browser Firefox, dan ternyata fitur website tersebut ada yang gak jalan. Saya coba-coba buka pakai Google Chrome, eh ternyata bisa jalan dengan lancar. Otomatis saya mulai berpikir bahwa ada yang salah dengan Firefox update terbaru ini, entah add-on atau plugin nya. Selidik punya selidik, ternyata betul dugaan saya. Melalui laman resminya, Mozilla (selaku empunya Firefox) mengumumkan bahwa support untuk plugin berbasis "NPAPI" sudah tak didukung mulai versi Firefox 52 keatas.

firefox_agus
NPAPI based plugins are blocked.
Kok saya baru tau sekarang yak? Padahal info tersebut sudah ada sejak Maret 2017. Bukan hanya Firefox saja loh sob yang menerapkan "kebijakan" ini, browser lain juga, seperti Chrome atau Edge pada update mereka selanjutnya. Entahlah, yang saya perlukan sekarang bagaimana caranya mengaktifkan plugin berbasis NPAPI pada versi Firefox terbaru, hehe. Sebenarnya pihak Mozilla sudah merilis Firefox ESR Version, dimana pada versi tersebut plugin berbasis NPAPI masih bisa diaktifkan sampai tahun 2018. Tapi ya kita jadi gak bisa menikmati update fitur, cuma bisa dapet update security deh, dan itulah alasan saya gak mau pakai yang ESR version.

Mulailah penjelajahan ke forum-forum orang bule, as always sob😉. Ternyata betul, ada trik simpel biar plugin berbasis NPAPI bisa jalan lagi di versi firefox 52 keatas, yes! Penasaran? Tenang, biar sobat gak perlu repot ubek-ubek forum, saya ringkaskan trik tersbut sejelas-jelasnya disini:

1. Saat ini saya menggunakan Firefox versi 53

2. Buka tab baru, lalu ketik di URL bar: about:config lalu tekan enter, kalo ada konfirmasi, yes in ajah!

3. Tambah string config baru, caranya sobat scroll halaman sampai paling bawah, trus klik kanan pilih New->Boolean. Preferences name nya isi plugin.load_flash_only dan value nya isi false.

firefox_agus
Add string.
4. Biar lebih afdol, setelah menambahkan config baru tersebut, sobat restart Firefox.

5. Sebelum menambahkan config tersebut, Firefox akan memblok plugin berbasis NPAPI, contohnya Java Plugin.

firefox_agus
Missing plugin?
6. Setelah ditambah config tersebut, Firefox akan memuat plugin berbasis NPAPI lagi deh, ntaps!

firefox_agus
Plugin loaded.
7. Done, alhamdulillah😉

Gimana sob? A piece of cake bukan? Kalau sobat masih memerlukan plugin yang berbasis NPAPI di Firefox 52 keatas (kaya saya), bisa sobat terapkan trik diatas untuk menjalankan nya. Tapi, perlu di ingat, trik ini hanya bersifat sementara, mungkin akan tidak jalan lagi tahun 2018 entar. Semoga saja semua situs cepat menerapkan kebijakan baru dari "para browser" ini, hehe. Sekian dulu trik dari saya sob, apabila ada salah kata mohon maaf, do with your own risk. Apabila sobat ada cara lain yang lebih mudah, please share😁, wassalam.
Share:

Saturday, March 4, 2017

Cara Aktifkan Power Management Pentium G4560 Di Hackintosh Sierra

Pentium G4560 adalah "new budget king" dari Intel yang paling ditunggu oleh budget gamer tahun ini. Bagaimana tidak, dengan arsitektur Kaby Lake terbaru, Pentium kini sudah "naik" level dengan diaktifkannya fitur Hyperthread. Sangat cocok dengan perkembangan teknologi terbaru saat ini kan sob? Trus, bagaimana kabarnya Hackintosh pada platform Kaby Lake? Tenang, dari aroma sih, Apple juga akan menggunakan prosesor Kaby Lake ke depannya, jadi sudah bisa kita pastikan. Namun, bagi sobat yang udah gak sabar pengen nyobain Hackintosh di Kaby Lake, dengan fitur FakeCPUID kita sudah bisa menikmati Hackintosh.

g4560_pm_agus
Pentium G4560 Kaby Lake power management on Hackintosh Sierra

Pada seri Intel Core Kaby Lake, dengan menggunakan FakeCPUID nya Skylake, sobat sudah bisa menjalankan Hackintosh Sierra, tentunya dengan Clover Bootloader terbaru. Saya kira tidak perlu menjelaskan panjang lebar bagaimana cara kerjanya, nanti out of topic lagi, wong kita bahasnya Pentium kok, hehe. Saya sudah mencoba eksekusi Hackintosh Sierra 10.12.3 di build Pentium Kaby Lake saya, tepatnya Pentium G4560, dan berikut spek singkatnya:

- Prosesor Pentium G4560 3,5GHz (2 cores/4 threads) Kaby Lake
- Motherboard Biostar H110MH Pro D4
- RAM Dual Channel 2x4GB DDR4 2133MHz
- HDD 1TB SATA3 7200rpm
- Sapphire Radeon RX 460 2GB OC
- Realtek Audio ALC887-VF
- Realtek LAN 8111

Awalnya saya juga menggunakan FakeCPUID nya Skylake, eh ternyata gagal. Akhirnya saya putuskan untuk menggunakan FakeCPUID nya Ivy Bridge lagi deh. Setelah menunggu harap-harap cemas, boom! akhirnya bisa masuk desktop, haha, senang banget dah. Setelah masuk desktop, saya coba berbagai task, ternyata stabil juga kok layaknya Skylake, mantep!

Nah, ada yang mengganjal nih satu, power management! Sebelumnya saya bilang bahwa, sistem Hackintosh tanpa power management ibarat makan nasi tanpa sayur, bisa kenyang sih tapi kurang sedap gimana gitu😜. Prosesor akan berjalan full throttle, jadi kurang pas kan? Untuk itu, power management juga sangat penting untuk diperhatikan bagi yang menggunakan Hackintosh sebagai "daily use".

Syukurlah, mengaktifkan power management di Pentium G4560 Kaby Lake ternyata cukup mudah, terbilang sama dengan seri Pentium lain. Yang membedakan disini hanya SSDT nya saja. Dan berikut langkah-langkah untuk mengaktifkan power management nya:

1. Gunakan Clover Bootloader terbaru.

2. Hapus kext NullCPUPowerManagement.kext nya dan pastikan tak bersisa di sistem.

3. Set FakeCPUID ke 0x0306A0 di Clover, ini akan membodohi sistem biar doi percaya kita lagi pake prosesor Core-i5 Ivy Bridge.

4. Set SMBIOS ke iMac 14,2 atau iMac 17,1. Dan tambahkan bootflag -xcpm di Clover.

5. Download SSDT disini. Dan taro ke /EFI/Clover/ACPI/Patched/<disini>

6. Tambahkan patch On-The-Fly dibawah ini ke bagian KernelToPatch di Clover:

xcpm_patch_clover_agus
Kernel xcpm Patch
Patch ini berguna untuk mengaktifkan "kembali" fitur XNU Power Management nya sob, juga berguna agar mencegah beberapa aplikasi crash.

7. Save and close Clover config nya. Reboot untuk melihat hasilnya. Jika berhasil, maka power management akan berjalan baik.

8. Oh iya, demi kemaslahatan, jangan pasang segala macem CPU Sensor dulu ya, kalo gak, enjoy the KP😉

Dan berikut adalah screenshot dari monitoring power management di tempat saya:

g4560_agus
Processor Power Management (Speedstep)

Bagaimana untuk varian prosesor Pentium lainnya? Mungkin bisa saja pake cara ini sob, tapi INGAT, jangan pake SSDT Kaby Lake ini, kalau enggak mau kacau Speedstep nya. Nah, dengan CPU power management yang berjalan baik, suhu prosesor akan lebih terjaga, dan stabil layaknya di Windows atau Linux. Gimana? Cukup gampang kan? Sekiranya sekian dulu artikel dari saya, apabila sobat ada cara lain yang lebih mudah, monggo dishare disini, biar kita sama-sama belajar sob, hehe. Akhir kata saya ucapkan wassalam dan apabila ada salah kata mohon dimaafken, do with your own risk. Wassalam.
Share:

Monday, February 13, 2017

Cara Mengaktifkan "OK Google" Ketika Layar Mati Pada Semua Device

Halo sobat, sudah tau dengan fitur "OK Google" di Android kan? Oke, berarti saya tidak perlu menjelaskan lebih rinci, hehe. Fitur "OK Google" bisa diaktifkan hampir di semua device Android, namun ada satu kekurangannya sob. Jika device tersebut tidak didukung fitur sensor pengenalan suara yang memadai, maka "OK Google" hanya bisa aktif pada saat layar hidup saja. Sedangkan pada saat layar mati, walaupun sobat teriak "OK Google" sekuat tenaga pun tetap saja fitur ini tidak akan berjalan.

ok_google_agus
"OK Google" hotword.
Lain halnya dengan device flagship canggih yang memiliki CPU dan sensor suara yang memadai, fitur "OK Google" bisa diaktifkan bahkan dengan kondisi layar mati/standby, jadi hape kita udah kaya hape yang di film-film Sci-Fi canggih gitu. Eh, tapi gak semua device flagship punya fitur ini juga sih, device sekelas Huawei Mate 9 contohnya. Untuk itu, device yang pas-pasan kaya punya saya ini, gak bisa menggunakan fitur "OK Google" secara sempurna donk???

Eh tapi tunggu dulu, ternyata kita masih bisa mengakali biar fitur "OK Google" bisa aktif meskipun layar standby untuk semua device Android loh, thanks untuk orang-orang pinter di forum XDA, hehe. Dan trik ini sudah saya coba di hape saya, dan bisa berjalan dengan baik. Kalau sobat pengen juga, mari disimak langkah-langkah simpel ini:

1. Sobat pasang aplikasi yang namanya "Tasker" dari playstore, disini. Atau sobat bisa googling untuk cari alternatif downloadnya, tapi lebih diutamakan beli sih😉.

2. Sobat download file ini. Lalu ekstrak ke penyimpanan di hape/device sobat.

3. Buka aplikasi Tasker tadi, lalu klik pada tab Profile, pilih Import. Nah tinggal sobat cari file yang sudah diekstrak tadi, nama file tersebut Display_Off.prf.xml dan Display_Unlock.prf.xml lalu import.

tasker_profile_agus
Tab Profiles

4. Kalau berhasil, pastikan profile nya pada posisi ON, dan pada tab Tasks ada perintah Enable Hotword dan Disable Hotword.

tasker_task_agus
Tab Tasks

5. Tinggal sobat aktifkan Tasker nya. Sebenarnya tidak perlu sih, tapi sobat juga bisa untuk reboot dulu hape nya, untuk lebih memastikan😉.

6. Seharusnya fitur "OK Google" sudah bisa aktif meski layar hape sedang mati/standby.

Simpel kan sob? Pasti sobat ada bertanya, bagaimana cara trik ini bekerja? Oke, akan saya jelaskan sedikit:

Pada device yang tidak didukung sensor yang memadai, fitur "OK Google" sebenarnya masih bisa aktif, asalkan hape dalam posisi charge. Nah, trik ini mengakali kondisi itu. Android memiliki fitur untuk debug, berupa perintah yang memungkinkan sistem mengira bahwa hape sedang dicharge, padahal tidak(boleh dibilang sih "membodohi" sistem). Perintah tersebut adalah dumpsys battery set ac 1. Nah otomatis kan sob, kalau sistem mengira hape sedang di charge, maka fitur "OK Google" akan aktif sepenuhnya, yey! Dan kalau kita ingin menonaktifkan perintah ini bisa menggunakan dumpsys battery reset.

Lalu bagaimana saat layar hidup? Kan kita tidak perlu pake trik ini, karena fitur "OK Google" memang bisa jalan di semua device kalau layar hidup? Betul sob, nah itulah gunanya aplikasi Tasker diatas. Dua profile yang sobat import tadi adalah gunanya untuk saat layar mati maka perintah dumpsys battery set ac 1 akan diaktifkan oleh aplikasi. Sedangkan pada saat layar hidup, perintah dumpsys battery reset akan diaktifkan oleh aplikasi. Dengan kombinasi trik ini, hape kita yang pas-pasan udah keren kaya hape mahal-mahal itu kan sob😂?

Namun ada kekurangan menggunakan trik ini. Pertama, hape sobat harus dalam keadaan root. Dan kekurangan kedua yaitu baterai jadi sedikit lebih boros, kenapa? Karena CPU akan terus dalam posisi 'bekerja' untuk mengenali sensor suara, kan sistem mengira kita sedang nge-charge. Jadi, tergantung selera sobat, apakah mau mengaktifkan fitur ini sepenuhnya atau seadanya, hehe. Sekiranya sekian dulu trik kali ini sob, apabila ada salah kata mohon dimaafkan ya! Dan kalau sobat ada trik lain yang lebih gampang, please share sob😉.

Budayakan selalu do with your own risk! Wassalam
Share:

Saturday, January 21, 2017

Menjajal Lineage OS 14.1, Suksesor CyanogenMod

Halo sobat, akhir tahun 2016 yang lalu, kita para opreker Android digemparkan oleh berita mengejutkan. Yaitu berita tentang Cyanogen Inc., perusahaan yang memfasilitasi CyanogenMod memutuskan untuk menutup semua operasional nya. Itu artinya, semua pengembangan dan fasilitas untuk CyanogenMod juga "dipaksa" tutup. Yah sob, boleh dibilang, tahun 2016 akhir adalah "ajal" Android sejuta umat, CyanogenMod.

lineage_logo
Lineage OS
Namun sepertinya banyak orang yang tidak "rela" jika CyanogenMod harus berakhir begitu saja. Akhirnya dibentuk gagasan untuk suksesor Android sejuta umat ini. Dan mari bersama-sama kita sambut, Lineage OS! Sang suksesor CyanogenMod. Hmmm, seperti apa sih Lineage OS ini dibandingkan pendahulunya si CyanogenMod? Apakah akan ada perbedaan mendasar antar keduanya? TIDAK sob! Namanya saja yang berubah, tapi "dalem"-nya masih tetap CyanogenMod yang tercinta😉.

Saya kira saya disini tidak perlu menjelaskan secara mendetail "dalem"-nya Lineage OS. Kalau sobat mau info yang terperinci mengenai Lineage OS, bisa langsung ke "sumur" nya disini. Dan alhamdulillah nih, device saya untung nya masih mendapat jatah untuk mencicipi OS satu ini. Kemarin, versi "unofficial" Lineage OS untuk device saya baru aja rilis, dan tanpa menunggu waktu banyak, langsung saya hajar to my (g)old device😄.

Berikut sedikit pengalaman saya menjajal Lineage OS di device saya:

lineage_agus
Home screen dipadukan dengan Pixel Launcher.

lineage_agus
Notif center.

lineage_agus
Quick Settings panel.

lineage_agus
Settings center.

lineage_agus
Settings center dengan Lineage Setting.

lineage_agus
Lineage OS Updater.

lineage_agus
Lineage OS on Moto G 1st Gen.

Nah, gimana sob? Gak ada perubahan kan? Masih sama seperti versi CyanogenMod sebelumnya, namun hanya namanya saja yang berubah. Boleh dibilang sih, Lineage OS ini versi "zombie" nya CyanogenMod, hehe. Oke sob, sampai disini dulu artikel sharing dari saya, wassalam.

Update 25/01/2017:
Finally, official build untuk Lineage OS sudah rilis. Namun ada beberapa hal yang mesti sobat ketahui jika ingin mencoba Lineage OS versi officialnya(tentunya kalau device sobat didukung secara official):

- Jika sobat dari ROM lain, maka mau tidak mau sobat harus melakukan Factory Reset sebelum memasang Lineage OS Official.

- Jika sobat dari official CyanogenMod 14.1, sobat tidak bisa langsung memasang Lineage OS yang nightly, karena data yang tidak kompatibel. Perlu dilakukan Factory Reset juga. Tapi jika sobat males buat Factory Reset, sobat masih bisa install Lineage OS tanpa harus kehilangan aplikasi. Namun sobat harus memasang Lineage OS Experimental (CM to Lineage Migration Build) terlebih dahulu, lalu biarkan boot normal. Kalau berhasil, sobat akan disuguhkan tampilan UI yang ada watermark nya.

lineage_agus
Lineage OS Experimental (CM to Lineage Migration Build)
Versi Experimental ini tersedia secara official di situs Lineage OS (sesuaikan dengan device sobat). Setelah berhasil boot, baru deh sobat bisa migrasi "full" ke Lineage OS official nightly.

- Jika sobat dari Unofficial build Lineage OS, sobat bisa langsung memasang yang nightly tanpa harus Factory Reset.

lineage_agus
Lineage OS Official Nightly.
Oke sob, enjoy Lineage OS! The new CyanogenMod. And do with your own risk!
Share:

Langganan Artikel Gratis
Masukan alamat email:

Delivered by FeedBurner

Popular Posts

Join now?