Monday, June 11, 2018

Hackintosh 10.14 Mojave Developer Beta Di Acer V5-41G

Halo sobat, sudah lama saya tidak update yah. Kebetulan postingan ini saya tulis bertepatan dengan malam 27 Ramadhan, jadi selamat berburu kebaikan sob, hehe. Beberapa minggu lalu (telat banget saya😁), Apple telah 'meng-khatam' kan WWDC tahun 2018 mereka. Tentu event ini paling ditunggu oleh para fanboy/girl Apple😅. Seperti biasa, dalam event ini Apple akan memperkenalkan produk-produk baru mereka. Salah satunya, sang penerus macOS 10.13 High Sierra.

mojave_agus
macOS 10.14 Mojave. Image credit: tekrevue.com

Ya, sang penerus itu diberi nama macOS Mojave, dengan nomor versi 10.14. Sama halnya dengan fanboy/girl Apple, kami para pengguna Hackintosh tentunya juga menantikan event ini. Tentu para Hackintosher lebih menitik-beratkan pada pertanyaan: "Apakah versi terbaru ini masih bisa di-hackintosh-in?"🤪. Soalnya maklum, beberapa waktu ini dihantui oleh hantu yang namanya "ARM", haha. Namun pucuk dicinta, ulam pun tiba, ternyata versi terbaru ini masih lumayan ramah bagi Hackintosher🤩.

Untuk itu, langsung saja mengeksekusi ke laptop kesayangan saya, Acer V5-471G, this (g)old device still rocking, yeah! Nah kali ini saya akan share pengalaman saya dalam icip-icip versi terbaru macOS ini. Kok gak ada tutorial cara pasangnya? Eits, sabar dulu sob, nanti saja nunggu versi final nya, musim gugur ini. Lagian ini masih versi Developer Beta 1, yang you know lah, bug-bug nya masih bejibun, sangat tidak disarankan untuk pemakaian sehari-hari.

Setelah berjuang beberapa hari, menaklukan installer macOS Mojave ini😭, saya akhirnya sukses memasangnya di laptop saya. Huh, lumayan melelahkan sob, mungkin ya karena namanya masih Beta. Sekarang, saat nya saya pamer "keadaan" macOS 10.14 Mojave di laptop Acer V5-471G saya.

mojave_agus_login
Layar login.

Setelah login, kali ini sobat akan disuguhi dua mode desktop, yaitu mode Dark dan mode Light. Silahkan sobat pilih sesuai selera, kalau saya sih lebih oke ke mode Dark.

mojave_agus_dark
Mode Dark.

mojave_agus_light
Mode Light.

Dalam macOS Mojave terdapat banyak fitur baru sob, diantaranya saat Screenshot akan lebih kaya dengan adanya tool edit, tampilan App Store yang diperbarui, Safari dengan pembaruan web engine nya, dan yang paling hot adalah dalam macOS Mojave kali ini telah tertanam semacam "prototipe" porting aplikasi iOS ke macOS. Artinya sob, aplikasi iOS nantinya akan bisa di-porting oleh developernya supaya bisa dijalankan di Mac, wow bukan?🤩 Tapi, ada tapinya nih sob, kita harus bersabar menunggu dulu, soalnya perkiraan sih, tahun 2019 mendatang fitur ini akan sepenuhnya berjalan.

mojave_agus_screenshot
Screenshot edit tool.

mojave_agus_safari
The new Safari.

mojave_agus_store
App Store yang dirombak.

mojave_agus_iosport
Aplikasi iOS, Apple News yang diporting ke macOS Mojave.

Selain beberapa fitur baru tersebut, tampilan lainnya saya kira masih sama saja dengan macOS 10.13 High Sierra, yang membedakan disini cuma mode Dark nya saja yang saya pakai.

mojave_agus_missioncontrol
Layar Mission Control.

mojave_agus_notif
Tampilan Notification Center.

mojave_agus_preferences
Tampilan Preferences Panes.

mojave_agus_siri
Si mbak Siri yang masih kalah pinter sama Google Assistant🤪

Nah berikut, tampilan informasi sistem dari laptop saya.

mojave_agus_laptop
macOS 10.14 Mojave Beta on Acer V5-471G

Gimana sob, keren bukan? Meski laptop saya ini tergolong uzur, tapi syukur lah masih bisa icip-icip, sementara banyak versi Mac terdahulu yang support nya dihentikan oleh Apple pada versi macOS 10.14 Mojave ini, sayang sekali. Nah, bagi sobat yang tidak sabar pengen icip-icip juga, ayo buruan download dan eksekusi baik itu di real Mac atau Hackintosh, saya doakan sukses oprek-oprek nya. Dan bagi yang gak mau ketemu bug, mending nunggu versi final nya aja deh, hehe.

Oke sob, saya kira singkat saja kali ini, kalau ada pertanyaan, tips, trik, atau kritik bisa saja dituliskan di kolom komentar, akan saya tanggapi semampu saya😇. Akhir kata saya ucapkan, do with your own risk dan wassalam.
Share:

Monday, December 18, 2017

Mengatasi Masalah Sleep Polaris GPU Di macOS High Sierra 10.13.2

Kemarin saya melakukan update macOS (hackintosh) High Sierra saya ke versi 10.13.2 stabil di PC. Akan tetapi malam ini saya menyadari bahwa update ini membawa sebuah masalah yang lumayan greget. Masalah ini berhubungan dengan Sleep, yep sebuah masalah yang umum sih bagi para hackintosher😅. Akan tetapi masalah Sleep ini hanya menimpa bagi pengguna Polaris GPU saja (mungkin tidak semua juga sih mengalaminya).

hs_agus
macOS High Sierra 10.13.2
Seperti yang kita tahu, bahwa GPU berbasis Polaris besutan AMD ini sudah didukung oleh Apple. Namun bagi pengguna hackintosh, perlu sedikit perjuangan untuk membuatnya "bekerja dengan baik", seperti yang saya tulis disini. Entah om Apple kerasukan apa, sehingga pada update 10.13.2 ini bukan hanya pengguna hackintosh yang mengalami masalah Sleep pada Polaris GPU, tetapi juga pengguna real Mac seperti yang diceritakan disini.

Saat kita masukan sistem dalam mode Sleep, sebenarnya PC masuk mode Sleep dengan baik, namun semua power masih menyala. Begitu saya coba Wake, sistem tidak merespon, display tidak mengeluarkan output apa-apa, sehingga pelu Hard Reboot untuk menjalankan PC kembali. Langsung deh saya utak-atik pengaturan bootloader, sampai mumet, amsyong, namun masalah tidak juga teratasi. Akhirnya, iseng jalan-jalan ke forum Apple, eh ternyata ada yang senasib😁. Dan untungnya ada nulis juga di blog (link di atas) cara mengatasinya.

Nah, menerjemahkan dari blog tersebut, disini saya akan share cara mengatasi masalah Sleep ini (bisa untuk pengguna hackintosh atau real Mac), cukup mudah sob:

1. Mula-mula matikan dulu SIP.

2. Cari kext AMD9500Controller.kext di /System/Library/Extensions. Klik kanan di kext tersebut lalu pilih Show package content, cari file Info.plist nya dan copy ke Desktop biar bisa diedit.

3. Edit Info.plist tadi dan cari value CFG_FB_LIMIT, ubah angka 0 tersebut jadi jumlah port dari Polaris GPU kita. Misal, saya pakai Sapphire RX460 yang punya port DVI, HDMI, dan DP(port nya 3), berarti angka 0 ubah jadi 3:

edit_kext

4. Save lalu copy ke dalam kext AMD9500Controller.kext tadi.

5. Buka aplikasi Kext Utility untuk melakukan Rebuild Kernel Cache. Setelah selesai reboot PC.

6. Done, alhamdulillah.

Setelah melakukan hal simpel diatas, saya coba lakukan Sleep, dan sistem bisa Sleep dengan benar begitupun juga saat Wake, mantap. Saya harap om Apple segera memperbaiki masalah ini. Oke, sekian dulu sob, apabila ada salah kata mohon maaf. Apabila ada solusi yang lebih mudah bisa di share disini sob. Wassalam dan budayakan selalu do with your own risk!
Share:

Sunday, October 1, 2017

Cara Install Hackintosh High Sierra Pada BIOS Legacy dan Partisi MBR

Halo sobat. Sebelumnya disini saya sudah share kesuksesan (caelah) memasang macOS 10.13 High Sierra di laptop jadul saya. Karena saya orangnya males update BIOS, makanya sampai sekarang laptop jadul masih betah di BIOS Legacy dan partisi MBR😜. Di postingan saya itu juga sudah saya kisi-kisi kan bahwa proses pemasangan macOS High Sierra kali ini dirombak oleh Apple.

10.13_agus
macOS 10.13 High Sierra on BIOS Legacy and MBR Partitioned.
Bagi yang menggunakan UEFI dan GPT, sepertinya tidak masalah. Yang jadi masalah bagi pengguna sejenis saya ini yang masih menggunakan BIOS Legacy dan partisi MBR. Bagaimana tidak, metode pembuatan gampang USB Installer seperti yang sebelumnya tidak jalan lagi pada macOS High Sierra. Katanya Apple menghapus metode pemilihan partisi saat pemasangan, jadi semua nya berjalan otomatis. Nah itulah masalah yang membuat metode restore dan patch MBR seperti sebelumnya tidak akan jalan di versi installer terbaru ini.

Untungnya masih banyak orang pinter yang masih bisa mengakali langkah ini, agar kita masih bisa hackintosh-an di partisi MBR, hehe. Sebelumnya thanks to:

- crazybirdy
- 落下爱@pcbeta
- Insanelymac Forum

Karena beliau-beliau tersebutlah kami kaum jadul masih bisa menikmati Hackintosh tanpa perlu rombak ulang seisi Hardisk, kan tewas juga sob backup data yang udah banyak banget😜.

Baiklah langsung saja, disini saya singkatkan metode pembuatan installer untuk sistem BIOS Legacy dan partisi MBR, biar kita sama-sama gampang mempraktikkannya. Proses ini saya bagi dalam tiga fase:

- Fase pertama: membuat installer untuk memuat MBR patch nya.
- Fase kedua: menyiapkan partisi target pemasangan macOS High Sierra.
- Fase ketiga: eksekusi/pemasangan.

Simak baik-baik sob langkahnya, kalau satu saja terlewati, maka USB Installer akan error saat pemasangan, kan bikin KZL. Prosesnya ribet banget😜 dan memerlukan sistem macOS atau OS X yang sudah berjalan, baiknya jalankan di hardisk external sob.

Fase Pertama

1. Siapkan USB Drive minimal 4GB, format ke MBR dan HFS+ Journaled.

2. Masuk ke sistem macOS atau OS X yang jalan di hardisk external. Buka terminal eksekusi perintah ini yang berguna menampilkan file tersembunyi: defaults write com.apple.finder AppleShowAllFiles TRUE; killall Finder

2. Buka konten dari Install macOS High Sierra.app yang sudah kita download sebelumnya. Didalamnya buka folder SharedSupport dan lakukan restore BaseSystem.dmg ke Flashdisk 4GB tadi. Kalau sudah rename label Flashdisk jadi Installer1

3. Hapus shortcut Packages di /Volumes/Installer1/System/Installation/. Setelah itu buat folder disitu lalu beri nama Packages, inget sob case sensitive. Buka lagi konten Install macOS High Sierra.app dan mount InstallESD.dmg. Lalu copy file OSInstall.mpkg yang ada di InstallESD.dmg/Packages/ dan paste ke folder /Volumes/Installer1/System/Installation/Packages/ yang barusan kita buat tadi.

4. Download MBR patch disini. Ekstrak dan timpa ke /Volumes/Installer1/System/Library/PrivateFrameworks/OSInstaller.framework/Versions/A/

5. Buka menggunakan aplikasi Pacifist file Core.pkg yang ada di InstallESD.dmg/Packages/ tadi, kemudian cari file kernel, biasanya di Core.pkg/System/Library/Kernels. Buat folder Kernels dulu di /Volumes/Installer1/System/Library/, dan ekstrak kernel tadi didalam folder Kernels yang kita buat barusan.

6. Buka terminal, eksekusi: sudo kextcache -u /Volumes/Installer1

6. Done, fase pertama selesai.

Note: Bagi yang boot menggunakan Chameleon, tambahkan bootflag -f saat booting lewat USB Installer1 ini. Bagi yang pake Clover, langsung boot normal saja.


Fase Kedua

1. Siapkan partisi kosong di Hardisk, target dimana kita akan memasang macOS High Sierra nya. Partisi tersebut sementara beri label Installer2 dulu.

2. Download file ini. Kalau sobat buka file arsip tersebut, didalamnya ada sebuah file .IAProductInfo dan sebuah folder macOS Install Data, lalu ekstrak keduanya di partisi target pemasangan macOS High Sierra yang kita buat barusan.

3. So, di partisi target akan ada: sebuah file .IAProductInfo (file ini tersembunyi) dan sebuah folder macOS Install Data.

4. Copy semua file (klik kanan pilih show package content) di dalam Install macOS High Sierra.app/Contents/SharedSupport/ dan paste ke folder /Volumes/Installer2/macOS Install Data. Sehingga di dalam folder macOS Install Data akan ada file-file:

- index.sproduct
- MacOSXInstaller.choiceChanges
- minstallconfig.xml
- AppleDiagnostics.chunklist
- AppleDiagnostics.dmg
- BaseSystem.chunklist
- BaseSystem.dmg
- InstallESD.dmg
- InstallInfo.plist


5. Pastikan di partisi lain tidak ada file .IAProductInfo dan folder macOS Install Data ya! File .IAProductInfo dan folder macOS Install Data harus hanya ada di partisi Installer2 (partisi target).

6. Buka terminal dan cari Volume UUID dari partisi Installer2. Eksekusi perintah: diskutil info /Volumes/Installer2/

7. Sudah dapat UUID nya? Copy UUID tersebut (contoh UUID: 313E43C9-9385-3590-8A72-D69BFA952064). Buka file .IAProductInfo pake TextEdit, dan ganti XXXXXXXX-XXXX-XXXX-XXXX-XXXXXXXXXXXX dengan UUID yang barusan di copy, lalu save.

8. Buka lagi file minstallconfig.xml yang ada di dalam folder macOS Install Data dengan TextEdit, ganti XXXXXXXX-XXXX-XXXX-XXXX-XXXXXXXXXXXX dengan UUID yang barusan di copy. Ganti juga /Volumes/Terserah dan Terserah jadi /Volumes/Installer2 dan Installer2.

9. Done, fase kedua.


Fase Ketiga

Sampai lah kita di fase terakhir, yaitu proses pemasangan. Jika sobat melakukan dengan benar kedua fase diatas, maka pada tahap ini, sobat bisa nyantai dan sruput kopi aja, hehe.

1. Boot pake Chameleon atau Clover arahkan ke USB Drive 4GB atau Installer1 tadi.

2. Anggaplah berhasil masuk GUI nya, maka disini proses pemasangan macOS High Sierra langsung berjalan dan menargetkan pemasangan ke partisi Installer2.

3. Tergantung sistem, di sistem saya perlu waktu 20 menit untuk proses pemasangan selesai. Tinggal kita restart, dan boom! Anggaplah berhasil masuk halaman konfigurasi.

4. Done, alhamdulillah.


Gimana sob? Lumayan melelahkan bukan? 😅. Namun, kalau berhasil ada rasa senang yang lain dari biasanya loh. Oke, sekian dulu share dari saya, apabila sobat punya metode yang lebih mudah, please share sob. Do with your own risk! Dan Wassalam.

Note:
1. Metode ini juga bisa digunakan untuk pemasangan di partisi GPT.
2. Patch ini juga berguna menghilangkan "Firmware Check" yang bikin KZL.
3. Konfigurasi saya diatas tidak otomatis merubah HFS+ ke APFS. Kalau sobat (gentle) ingin merubah ke APFS, buka file minstallconfig.xml dan ubah:
<key>ConvertToAPFS</key>
<false/>

menjadi
<key>ConvertToAPFS</key>
<true/>

4. Jika sobat mengalami installer damage bla bla, pastikan jangan dulu memasang emuvariable atau FileNVRAM. Hapus juga semua file NVRAM.plist dari semua partisi. Bagi pengguna Clover versi 4190 keatas, hapus info Bios Release Date, Board ID, dan Bios Version pada bagian SMBios (supaya Clover bisa inject data terbaru).
Share:

Cara Install Hackintosh High Sierra Di Acer V5-471G

Setelah beberapa bulan melewati berbagai versi Beta, akhirnya seminggu yang lalu Apple merilis versi final dari macOS 10.13 High Sierra. Sebelumnya disini, saya berhasil memasang sang penerus macOS Sierra ini beberapa saat setelah Apple merilis versi Beta pertamanya. Lantas apakah di versi final ini masih bisa kita "hackintosh"-in di laptop jadul saya ini?🤔

10.13_agus
macOS 10.13 High Sierra final release.
Syukurnya masih bisa dong sob, tentu dengan trik-trik yang mesti diperbaharui dari versi sebelumnya. Thanks untuk para "hackintosh developer" di luar sana yang sampai dengan sekarang, masih setia memperbaharui trik-trik tersebut, hehe, meski main kucing-kucingan dengan sang "Juragan Apple". Baiklah tanpa perlu bertele-tele, langsung saja saya share pengalaman saya memasang macOS 10.13 High Sierra di laptop Acer V5-471G saya yang (g)old ini.

Persiapan

1. Siapkan cemilan dan kopi, hmmmm😉

2. Emmm gimana ya? Beda dengan versi macOS sebelumnya dimana sangat gampang bikin USB Flashdisk installer untuk BIOS Legacy dan MBR partitioned.

3. USB Installer dan MBR patch untuk High Sierra (bagi yang masih pake MBR).

4. Untuk kext-kext, sama saja seperti Sierra, TAPI usahakan cari versi yang paling baru.

5. Partisi untuk macOS High Sierra.


Pemanasan

1. Ingat sob, bagi pemula cari tau dulu tentang Hackintosh ya! Serius nih!

2. Cari tau mekanisme pembuatan installer bagi pengguna MBR! Sebelumnya di versi Beta, disini, saya hanya menggunakan Core.pkg untuk pemasangan, namun sayang cara terseut tidak jalan untuk versi final ini.

Update:
Sobat juga bisa baca disini tentang cara membuat USB Installer macOS High Sierra untuk partisi MBR.

3. Cari tau juga tentang SIP(System Integrity Protection) ya! Penting nih buat ngoprek.

4. Lagi (opsional bagi yang gak mau pake Clover) cari tau fitur terbaru dari Chameleon Bootloader. Sekarang Chameleon sudah bisa patch kext dan kernel secara on-the-fly loh, hehe.


Pemasangan

Attention: Seluruh tutorial saya ini khusus buat V5-471G dengan spek Core I5-3317U/I3-3217U & Optimus Geforce GT 620M. Kalo untuk variant V5-471G yang lain mungkin sama saja caranya, cuma saya tidak menjamin DSDT/SSDT punya saya jalan di variant selain punya saya ini sob.

1. Jalankan USB Installer.

2. Apabila berhasil masuk GUI, arahakan ke partisi yang sudah kita siapkan sebelumnya untuk macOS High Sierra.

3. Kalau sobat membuat USB installernya baik dan benar (pastikan FakeSMC termuat), insya Allah proses pemasangan akan aman. Di sistem saya proses pemasangan perlu waktu 20 menit-an.

4. Anggaplah sobat berhasil masuk GUI, dan sobat akan langsung masuk ke bagian registrasi. Masukin username, dan next next aja.

5. Done, alhamdulillah.


Konfigurasi

1. Processor Core I5 3317U/Core I3 3217U 1.7GHz turbo boost up to 2.6GHz Ivy Bridge, native support. Patch AppleIntelCPUPowerManagement.kext dan drop SSDT supaya dapat speedstep.

2. Intel HD 4000, work 100%, full Quartz Extreme/Core Image.
Untuk VGA out(biasanya kalo mau presentasi ke proyektor) pake kabel bawaan ga support, sobat mesti beli "HDMI to VGA converter" yang "active", untuk patch HD4000 biar bisa jalan VGA pake kabel bawaan saya belum coba sob, udah terlanjur beli converter soalnya ;-).
*Bagi yang mau utak atik display dengan EDID, ini sudah saya "ekstrak"-an info EDID buat display nya, lihat disini.
*Banyak penyakit hackintosh, salah satu nya adalah tak mengenali "merk" monitor kita(ya iyalah, lagian siapa suruh install di system non Apple, wekaweka). Untuk mengatasi tersebut, saya punya fix nya, silahkan download file disini, ekstrak lalu copy folder tersebut ke /System/Library/Displays/Contents/Resources/Overrides/(disini), restart. Nanti merk "unknown" nya berubah jadi "Color LCD", lumayan.

3. NVidia GeForce GT620M 1Gb Optimus, tidak jalan, disable saja di Bios (ubah jadi integrated) atau disable via DSDT. Disable optimus bisa menghemat banyak energi atau baterai. CPU jadi dingin sob, saya pernah sampe 38 derajat celcius...;-)

4. Chipset HM77 jalan.

5. Audionya, Intel Panther Point (ALC 271x, another kind of ALC269), pake VoodooHDA yang 2.8.2d6. Atau saya disini pakai AppleALC.kext, dan inject layout id 11 di DSDT, kembalikan AppleHDA.kext ke yang asli nya(vanilla) bukan versi patch, sound input dan output works very well.

6. Ethernet Realtek RTL8168/8111 Gigabit-LAN, pake kext RealtekRTL81xx.kext.

7. Login ke Store/iCloud lancar. iMessage/Facetime gak tau dah, belum dapat sumbangan ROM dan MLB 😜

8. Webcam dan USB 3.0 work gak pake kext.

9. Battery work pake ACPIBatteryManager.kext.

10. Wifi, impossible, ga jalan...:-( --> paling simpel+murah, beli aja sob Mini 150m Wifi usb dongle, work! Atau replace card bawaan dengan card yang cocok dengan hackintosh, ingat waktu replace wifi card, tutup(selotip) dulu Pin20 nya, biar gak di block BIOS.

Update 15/10/2017:
Akhirnya Wifi card bisa jalan😍, tinggal replace pake kext ini: Atheros Unsupported

11. Card reader, ga jalan! (Workaround pake kext ini disini)

12. Keyboard dan touchpad pake VoodooPS2Controller.kext, ingat pake versi yang terbaru, kalau enggak enjoy the KP.

13. Bluetooth, work OOB!

14. Untuk masalah shutdown yang malah jadi restart, penyebab nya adalah USB 3.0. Jadi kita perlu "defer" USB 3.0 agar masuknya "lewat" port USB 2.0. Nah dalam versi sebelumnya, saya menggunakan kext GenericUSBXHCI.kext plus bootflag "-gux_defer_usb2 -gux_no_idle" biar bisa defer ke USB 2.0, sekarang itu gak bisa lagi sob. Untuk mengatasinya sobat perlu install "FakeCPIID_XHCIMux.kext", dan tadaaaa berhasil men-defer USB 3.0 ke USB 2.0, so si laptop bisa shutdown dengan benar.

15. Restart dan Sleep works!

Yang hot kali ini adalah kita akan menyambut APFS(Apple File System) yang katanya akan menggantikan HFS+. Wesss, tenang sob, HFS+ masih bisa dipake kok, dan lagian katanya sih APFS optimalnya hanya di SSD, di HDD suram😜(saya masih setia dengan HFS+). Versi Metal untuk grafik yang didukung juga diperbaharui pada versi ini. Sobat bisa kunjungi situs Apple untuk melihat apa aja sih yang baru di macOS 10.13 High Sierra.

Dan seperti biasa, kurang afdol rasanya kalau saya tidak sertakan screenshot-nya, macOS 10.13 High Sierra berjalan mulus di laptop jadul saya ini:

10.13_agus
Layar login High Sierra.

10.13_agus
Seperti biasa, menyapa neng Siri dulu.

10.13_agus
Launchpad.

10.13_agus
Panel pengaturannya.

10.13_agus
Spotlight.

10.13_agus
Oprek mulu, hiburan bentar gan😉.

10.13_agus
Mac App Store.

10.13_agus
Browser Safari yang katanya dirombak abis.

10.13_agus
Widget.

10.13_agus
Ngaji dulu gan.

10.13_agus
Full Quartz Extreme and Core Image.

Ternyata masih bisa kita "hackintosh"-in sob, hehe. Kalau sobat mau coba juga, saya doakan sukses deh, mantep pokoknya dan happy hackintoshing yaw. Jangan lupa budayakan selalu do with your own risk. Oke sob, sekian dulu share dari saya, apabila salah kata mohon maaf yah, wassalam.

Update 05/11/2017:
Ada berita sedih bagi yang masih install di partisi MBR. Pada proses update macOS, dimana versi sebelumnya kita tinggal install update->proses instalasi berjalan->reboot->selesai, namun sekarang sudah tidak bisa lagi. Ini dikarenakan metode pemasangan update yang sudah dirombak total oleh om Apple(saya menduga, proses install update memerlukan partisi Recovery). Ini terbukti ketika saya berulang kali eksekusi update, selalu gagal. Nyerah? Hmmmm enggak dong😉 Ada satu cara alternatif untuk bisa memasang update, yaitu pasang High Sierra ke HDD external, lalu boot laptop ke High Sierra external tersebut dan eksekusi update pkg nya dari situ, arahkan pemasangan ke partisi High Sierra yang ada di HDD internal, done berhasil terupdate!😎 Meski ada notif pemasangan gagal, tapi setelah saya reboot, update terpasang kok.

installation_update_agus
installation_update_agus
macOS High Sierra 10.13.1

Update 02/01/2018:
Sukses update ke High Sierra 10.13.2. Cara update nya masih sama seperti diatas.

highsierra_agus
macOS High Sierra 10.13.2

Update 13/02/2018:
Sukses updated ke High Sierra 10.13.3!

highsierra_agus
macOS High Sierra 10.13.3

Update 01/04/2018:
Sukses updated ke High Sierra 10.13.4!

highsierra_agus_update
macOS High Sierra 10.13.4

Update 02/06/2018:
Sukses update ke High Sierra 10.13.5!

highsierra_agus
macOS High Sierra 10.13.5
Share:

Sunday, August 27, 2017

Icip-Icip Android Oreo

Beberapa saat yang lalu Google resmi merilis versi Android 8 yang terbaru, diberi nama dengan "Oreo". Ini kedua kalinya Google memakai nama dari suatu "produk", sebelumnya Android 4.4 yang diberi nama "KitKat". Kabarnya, Google membawa berbagai fitur yang menarik dalam versi kali ini. Intinya membuat pengalaman menggunakan Android menjadi lebih menyenangkan. Dan alhamdulillah, saya bisa berkesempatan untuk bisa icip-icip "manisnya" versi Android 8 Oreo kali ini.

android_8
Android 8 Oreo. Image source: Scrolltoday.

Ada banyak hal yang baru ditawarkan Google, mulai dari fitur background limits, picture-in-picture, adaptive icons, notification channels and dots, rescue party(penyelamat bootloop, cocok bagi kita opreker😉) dan fitur baru lain yang tidak mungkin saya sebutin satu-satu disini😁, selengkapnya sobat langsung lihat ke situs mbah Google nya saja yah. Sebenarnya saya berniat untuk tetap di Android 7 Nougat dulu untuk beberapa saat sob, namun tangan gatel juga sih untuk bisa "test drive" Android Oreo ini.

Akhirnya, saya putuskan untuk upgrade saja dulu, nanti kalau mau downgrade ke Nougat gampang aja. Saya upgrade ke Oreo dengan menggunakan metode flashing, download firmware nya dan eksekusi via fastboot. Saya terkejut, biasanya kalau abis flashing ROM, boot pertama akan memakan waktu sedikit lama, eh kali ini cuma memakan 15 detik, good.

oreo_agus
Android Oreo

Dan untungnya Nexus 5X masih kebagian jatah untuk major update ini, hehe. Berikut sedikit screenshot Android Oreo di smartphone saya:

oreo_agus
Layar setup awal Android Oreo.
oreo_agus
Tampilan layar utama, dengan Google Now Launcher sebagai defaultnya.
oreo_agus
Tampilan Lockscreen, tidak terlalu berbeda jauh dengan Nougat.
oreo_agus
App Drawer(GNL) dengan icon shape persegi. Kalau menggunakan Pixel Launcher, barulah icon shape nya akan berbentuk bulat.
oreo_agus
Notification pada Android Oreo. Tampilan berupa channel dan warna background nya akan mengikuti warna dominan dari aplikasi.
oreo_agus
Tampilan Quick Settings yang semakin keren, mantap, saya suka saya suka, hehe.
oreo_agus
Tampilan Settings yang diminimalkan, namun lebih elegan.
oreo_agus
Tampilan dari salah satu pengaturan aksesibilitas.
oreo_agus
Seperti saya tulis sebelumnya, meski diminimalkan, tampilan Settings sepenuhnya dirombak. Berikut salah satu contoh pengaturan Baterai, dirombak total.
oreo_agus
Google Assistants langsung bisa aktif disini. *abaikan jones nya🙃*
oreo_agus
Tampilan Recents App, tidak berbeda dengan Nougat sob.
oreo_agus
Google Keyboard sebagai virtual keyboard utamanya.
oreo_agus
Dan inilah Easter Eggs nya Oreo. Gurita? Seriously Google?
oreo_agus
Testing audio dan video.

Nah, gimana sob? Lebih keren kan? Overall saya puas menggunakan Android Oreo ini. Sangat ringan dipakai, thanks to fitur "background limit" yang membatasi aktivitas background yang tak penting dari suatu aplikasi, tentunya juga akan menghemat baterai. Namun, saya disini belum mencoba semua fitur-fitur baru seperti yang saya sebut diatas, namanya juga baru icip-icip sob, hehe. Bagi smartphone sobat yang udah kebagian Oreo, buruan dicicipin bro, mantap lah pokoknya.

oreo_agus
Android 8 Oreo

Oke, sekian dulu share dari saya, kalau sobat punya pengalaman seru lain dalam menggunakan Android Oreo, bisa aja share di komentar yah😉 Wassalam.
Share:

Langganan Artikel Gratis
Masukan alamat email:

Delivered by FeedBurner

Popular Posts

Join now?