Wednesday, March 2, 2011

Kisah Nabi Zarzis/Jirjis/Jurjis

Dalam satu riwayat mengatakan, pada zaman dahulu ada seorang raja Bani Israil yang zalim. Kezalimannya bukan saja terhadap rakyatnya sendiri juga terhadap Allah S.W.T. Segala perintah Allah diabaikannya, dia memerintah mengikut hawa nafsu serta undang-undang buatannya. Maka Allah mengutuskan seorang nabi bernama Jurjis. Dia mengutuskan nabi Jurjis untuk menghapuskan kezaliman Raja Bani Israil itu yang sangat melampaui batas.

Setiap hari Nabi Jurjis berusaha untuk menyadarkan raja serta rakyatnya agar mengikuti perintah Allah. Malangnya segala ajakan Nabi Jurjis tidak sedikitpun dipedulikan oleh raja tersebut. Malahan Raja itu menentang ajaran-ajaran yang dibawa oleh Nabi Jurjis.

Akhirnya Allah S.W.T. pun menurunkan bala terhadap kaum Bani Israil. Bertahun-tahun Allah tidak menurunkan hujan di tanah Bani Israil. Banyak tanaman serta hewan ternak mati kehausan. Tanah-tanah pertanian serta kolam-kolam air akhirnya menjadi kering kerontang. Maka terjadilah kelaparan di semua tempat di negeri itu.

Raja menjadi bingung karena dahulu rakyatnya pergi ke kuil setiap hari menyembah berhala tetapi kini mereka tidak ke kuil, malahan sibuk mengurusi kehidupan mereka sendiri. Setiap hari raja tersebut dikunjungi rakyat jelata untuk memohon bantuan. Malangnya raja tidak dapat berbuat satu apapun.

Pada suatu hari raja memerintahkan para menteri menyiasat tentang keadaan seluruh negeri itu. Setelah melakukan penyiasatan, mereka pun datang menghadap raja. Kata para menteri itu : "Wahai paduka Tuanku. Keadaan seluruh negeri amatlah menyedihkan sekali. Tanah-tanah pertanian dan kolam-kolam air semuanya kering. Hewan ternak banyak yang mati manakala rakyat dalam keadaan kelaparan. Kami kira kalau keadaan ini berlangsung terus, musnahlah seluruh kerajaan Tuanku nanti".

Setelah mendengar laporan para menterinya, raja pun bertitah : "Kalau demikian keadaan negeri dan kerajaan, cobalah beri pendapat kamu bagaimana cara kita mengatasi masalah yang amat sulit lagi berbahaya ini".

Maka jawab para menterinya : "Kami berpendapat baiknya kita cari dimana Nabi Jurjis. Paduka Tuanku tentu ingat bahawa Nabi Jurjis lah orang yang selalu menolong kita sewaktu terjadi keadaan-keadaan seperti ini. "Apa maksud kamu semua menyebut Jurjis itu", tanya raja tersebut.

"Wahai Paduka Tuanku, tidakkah Tuanku ingat bahwa Jurjis selalu mengajak kita menyembah Allah. Jika ajakannya itu benar tentu dapat meminta kepada Tuhannya itu supaya diturunkan hujan", balas para menteri itu.

"Tapi bagaimana kalau hujan tidak turun juga?", tanya raja lagi. "Kita bunuh saja Jurjis", sahut menteri-menteri itu penuh yakin. Maka pada keesokan hari, raja bersama dengan para menteri pergi mencari Jurjis. Mereka tiba di perkarangan rumah Nabi Jurjis, mereka dapati Nabi Jurjis sedang tekun beribadat. Tiba-tiba Nabi Jurjis terdengar suara orang dari luar rumahnya. "Hai Jurjis, keluarlah kamu!", perintah raja itu dengan suara yang agak kasar. Mendengar namanya diseru, maka Nabi Jurjis pun segera keluar.

"Surat apakah itu hai Tuanku". "Aku minta Tuhanmu supaya turunkan hujan. Kalau hujan tidak turun, katakan kepada Tuhanmu itu bahawa aku akan memeranginya", seru raja itu dengan angkuh.

Nabi Jurjis merasa sedih mendengar perintah raja itu. Ketika Nabi Jurjis sedang bersedih, tiba-tiba muncul malaikat Jibril lalu berkata kepadanya, "Wahai Jurjis, kenapa engkau bersedih? Beritahukah apa yang diminta oleh raja itu kepada Allah".

Nabi Jurjis pun menurut apa yang dinasihatkan oleh Jibril A.S. Kemudian Allah menyuruh Jurjis bertanya kepada raja Bani Israil itu, bagaimana caranya dia hendak menentang Allah. Pada keesokan harinya, Nabi Jurjis pun pergi ke istana untuk bertanya seperti yang diperintahkan oleh Allah S.W.T.

Setelah raja mendengar kata-kata Nabi Jurjis, maka raja itu pun berkata : "Hai Jurjis, aku memang tidak dapat memerangi Tuhanmu karena Dia sangat perkasa sedangkan aku lemah tetapi aku akan memerangi kekasihNya di bumi ini", tegas raja itu dengan angkuh. Setelah itu Jurjis pun pulang ke rumahnya. Setibanya dia di rumah, didapatinya malaikat Jibril sudah berada di dalam bilik tempat dia beribadat. Kata malaikat Jibril : "Hai Jurjis, pergilah engkau bertemu raja itu dan nasihatilah dia supaya membatalkan maksudnya itu".

Setelah mendengar nasihat Jibril itu, keesokannya Jurjis pergi ke istana raja dan menasihati raja tersebut. Dengan izin Allah, raja yang angkuh itu pun menerima nasihat Nabi Jurjis. Setelah segalanya selesai, Nabi Jurjis pun kembali semula ke rumahnya. Setelah kakinya melangkah masuk ke rumah, hujan pun turun dengan lebatnya selama tiga hari tiga malam. Tanaman tumbuh dengan subur, sungai dipenuhi air, rakyat mulai turun ke ladang mengerjakan tanaman mereka. Akhirnya negara itu kembali makmur seperti sediakala.

Melihat keadaan kembali pulih seperti sediakala, raja pergi ke Nabi Jurjis berserta dengan rakyatnya dan menyatakan keimanan kepada Allah yang Maha Kuasa.


Share:
Previous
Prev Post «
Disqus
Blogger
Choose comment platform

No comments

Berkomentarlah dengan bijak. Sobat juga bisa menambahkan emoticon, klik ->

Langganan Artikel Gratis
Masukan alamat email:

Delivered by FeedBurner

Popular Posts

Join now?