8 Okt 2010

Penjelasan Allah Bersumpah Atas Nama Makhluk

Salaaam,,,satu hal yang membuat saya sangat marah dan pengen nabok muka orang yang mengatakan "Tuhannya Islam lemah,masa Dia bersumpah atas nama makhluknya sendiri,hahah...". Marah sih boleh, tapi kan marah sifat setan, akhirnya saya tenang sejenak. Setelah beberapa lama saya berfikir, ayat-ayat yang mereka kutip anehnya hanya setengah-setengah. Hmmmmmm, mau fitnah tapi gak profesional,ha...

Akhirnya dengan modal "kesalahan" orang-orang tersebut yang hanya mengutip setengah-setengah ayat Quranul karim yang penuh hikmah, saya berusaha mencari penjelasan-penjelasan yang terkait. Hehe, maklum saya kan bukan ustad. Alhamdulillah, saya akhirnya mendapat penjelasannya.

Dalam bahasan kita disini, mereka menyerang islam melalui pernyataan serta tuduhan keliru mengenai ayat-ayat Alquran yang isinya Allah bersumpah atas nama mahluk. Ayat-ayat yang mereka maksud itu diantaranya:

Surat 91/1 :
"Demi matahari"

Surat 74/32 :
"...demi bulan"

Surat 52/1 :
"Demi bukit"

Dengan itu mereka berfikir Allah lemah. Seperti pada tuduhan-tuduhan mereka dalam hal lain, sebenarnya tuduhan mereka kali ini juga timbul dari cara baca mereka yang sepotong-sepotong. Padahal jika mereka membaca Alquran secara menyeluruh, maka akan ada banyak keterkaitan-keterkaitan antara 1 ayat dengan ayat lainnya yang saling melengkapi.

Perlu di ingat oleh mereka tersebut. Ketika Sang Pencipta ingin memberikan penjelasan lebih mengenai sesuatu ciptaanNya kepada Manusia (khalifahNya), maka ketentuannya adalah :
Pencipta tersebut sudah pasti akan menyebut ciptaanNya yang dimaksud

Seperti contoh :
Ketika Allah bersumpah...
Surat 91/1 :
"Demi matahari"

Maka ayat ini bukanlah artinya Matahari lebih tinggi dari Tuhan. Ayat ini justru menunjukan/menegaskan bahwa "PADA MATAHARI ITU" terdapat banyak ilmu pengetahuan serta rahasia besar kehidupan lainnya.

Diantaranya adalah :

1. Matahari itu pelita kehidupan tatasurya kita. 78/12-13.

2. Matahari memiliki garis edarnya sendiri. 36/38.

3. Matahari itu tidak boleh disembah. 41/37.

4. Serta rahasia lainnya yang harus kita selidiki sendiri.

Begitu pula ketika Allah bersumpah atas nama mahlukNya lainnya.

Surat 103/1 :
"Demi waktu"

Allah menegaskan bahwa pada "WAKTU" terdapat juga banyak ilmu pengetahuan serta rahasia besar kehidupan lainnya sama seperti ketika Allah bersumpah "Demi Matahari". Diantaranya:

1. Waktu itu ada karena adanya perputaran Bumi. 39/5.

2. Waktu itu relatif (dibuktikan oleh Einstein). 22/47.

3. Waktu kita (umur kita) bisa saja tiba-tiba hilang. 4/78. 21/35.

4. Waktu pada hari kehancuran alam semesta hanya Allah yang tahu. 7/187.

5. Waktu kehidupan antara dunia dan akhirat ternyata hanya berjarak beberapa jam saja. Baca disini.

Atau lagi, ketika Allah bersumpah :

Surat 77/1 :
"Demi Malaikat..."

1. Malaikat memiliki kecepatan yang sangat dahsyat

2. Serta rahasia lainnya yang harus kita selidiki sendiri.

Jadi singkat saja, bahwa ketika Allah bersumpah atas nama Mahluk (waktu, bumi, dan sebagainya) maka itu semata-mata hanya menandakan bahwa apa yang disebutkan oleh Allah dalam sumpahNya itu terdapat banyak sekali kandungan ilmu pengetahuan serta rahasia-rahasia kehidupan.

Dan hal tersebut baru akan terbukti APABILA orang itu mau mempelajari ayat-ayat Allah dengan sepenuh hati. Alias tidak sepotong-sepotong.

Maka, camkanlah kata kesukaan saya ini JIKA HATI RUSAK LOGIKAPUN RUSAK...
Share:

Merasa terbantu? Donate:
Previous
Prev Post «
Disqus
Blogger
Choose comment platform

1 komentar

Berkomentarlah dengan bijak. Sobat juga bisa menambahkan emoticon, klik 👉

Langganan Artikel Gratis
Masukan alamat email:

Delivered by FeedBurner

Merasa terbantu oleh blog ini?

Sobat bisa memberikan donasi via PayPal, klik tombol di bawah ini. Terima kasih.

Popular Posts