Wednesday, October 14, 2015

Seandainya Kita Hidup Di Planet Merkurius

Salam sejahtera sobat, sudah lama nih saya tidak posting, postingan yang ber-"genre" Sci-Fi, wkwkwk. Oke kali ini saya mau mengajak sobat ber-"andai-andai", bagaimana rasanya jika kita manusia tinggal di Planet Merkurius. Sobat tentu sudah tau kan, paling tidak sedikit tahu tentang "jati diri" planet terdekat dengan matahari ini. Ya, planet Merkurius adalah planet terkecil di sistem tata surya kita. Jaraknya dari matahari sekitar 57 juta kilometer, sedangkan jaraknya ke Bumi sekitar 92 juta kilometer. Dengan jarak segitu, jika sobat LDR-an dengan gebetan antara Merkurius-Bumi, kalau gebetan sobat kirim chat dari Bumi akan perlu waktu 5 menit untuk sampai ke Merkurius, cieee.


Oke sudah cukup nge-"feel" nya. Dengan fakta ilmiah yang dipaparkan sekarang, sudah barang tentu manusia mustahil bisa hidup di Merkurius, bahkan dengan peralatan canggih pun, kita tidak akan lama bertahan. Tapi, tak ada salah nya kita bermimpi untuk bisa hidup di planet tersebut. ATAU bukan hanya sekedar mimpi sob, jika di masa depan teknologi kita sudah mumpuni, bukan ajaib lagi kita bisa hidup disana, yaaa berdoa saja. Baiklah, kita mulai mimpi kita, sebelumnya kita harus tau dulu bagaimana keadaan lingkungan disana. Fun fact, nama Merkurius diambil dari nama Dewa Perdagangan,Perjalanan dan Pencurian Romawi. Dari Bumi, tanpa teleskop planet ini terlihat pada waktu magrib sob.

Meski manusia sudah "tau" dengan Merkurius sejak abad ke-3 masehi, hanya ada dua wahana antariksa yang pernah mengorbit Merkurius, pertama wahana Mariner 10 tahun 1974 dan kedua wahana Messenger tahun 2013. Jadi berdasarkan data dari wahana tersebut kita bisa mengetahui karakteristik lingkungannya. Merkurius tidak memiliki atmosfer, jadi siang hari disana akan sangat panas sob, dan malam harinya tiba-tiba akan jadi sangat dingin. Di khatulistiwa nya, suhu siang hari bisa mencapai 400 derajat celcius, dan suhu malam hari sampai -180 derajat celcius. Oke fine, dengan begitu bukan sesuatu yang bijak jika kita tinggal di permukaan bagian khatulistiwa nya, lagian ukuran matahari bila disiang hari bisa 4 kali lebih besar dari bumi, silau men. Belum lagi paparan radiasi kosmik yang langsung menghantam kita, serem.

Jangan berharap juga langit siang nya akan berwarna biru! Tidak ada atmosfir sob! Langit akan berwarna hitam. Dan begitupun dengan malam hari, akan gelap gulita, bonusnya Merkurius tidak punya satelit alam, ente gak bakal bisa bikin puisi yang ada kata "bulan" nya sob, apalagi kata "bintang", karna bintang juga gak kelihatan. Tapi, ada untungnya dikit sob, karena tidak ada atmosfir, disana tidak akan ada cuaca. Kita bisa say good bye kepada yang namanya petir, tornado, puting beliung, gunung meletus, wedus gembel, temen nikung, eh. ;-)

Wah, walaupun dengan alat canggih, hidup kita pasti akan bosan sob. Hmmmm, bagaimana kalau kita bangun pondok nya di kutub? Yup, di kutub Merkurius melimpah sekali es, kita bisa hidup a.k.a minum air rebusan es, hihi. Lho, planet terdekat dengan matahari kok ada es? Bukannya panas banget. Sekali lagi ditekankan sob, karena tidak ada atmosfir jadi tidak ada yang mengatur suhu di planet ini. So, es abadi menyelimuti kutub nya, karena sama sekali tidak terkena sinar matahari. Yah, komplek perumahan kita akan diselimuti kegelapan abadi donk sob, belum lagi biaya PLN nya buat penerangan bisa miliyaran per-bulan, belum lagi kena ongkir dari Bumi, wkwk.

Trus dimana donk yang "agak" enaknya nih? Okey, tenang sob, sama halnya seperti Bulan kita, planet ini banyak sekali kawah-kawah karna hantaman meteorit. Kalau Bumi punya atmosfir agar meteor tidak menabrak permukaanya, kasian sekali Merkurius ini sob karena tidak ada pelindung, bonyok lah permukaan nya. Nah kita bisa memanfaatkan lereng atau tepian dari kawah ini untuk membangun pemukiman. Kenapa bisa begitu? Karena suhu ditepian kawah agak stabil sob. Tidak terlalu terpapar sinar matahari dan tidak terlalu gelap, dan tentunya ada es atau bahkan air yang berbentuk cair ya walaupun hanya beberapa detik, karena langsung lenyap kena sinar atau beku karna dingin. Wah kita sudah dapat tempat ideal nih buat hidup. Ya tentunya dengan bantuan peralatan canggih sob, gak bisa "telanjang" juga kali, hehe.

Kalau di Bumi satu hari hanya 24 jam saja, beda dengan Merkurius, satu hari disana selama 59 hari bumi. Tetapi satu tahun nya sangat singkat, yaitu hanya 88 hari. Jadi kalau dipikir agak puyeng nih sob bikin penanggalannya, berarti satu tahun disana hanya satu setengah harinya Bumi saja. Widih cepat tua kita sob, ribuan tahun sob umur kita kalo pake penanggalan planet Merkurius. Tapi planet ini surga bagi wanita, kenapa? Karena gaya gravitasi nya lebih kecil dari Bumi, makaaaaa urusan berat badan akan jauh berkurang, ckckck.

Kalau di Bumi kita dapat hujan air, disini kita dapat hujan radiasi, dan yang greget nya kita harus berhadapan dengan meteorit yang bisa kapan saja jatuh, nimpuk pemukiman kita.

Nah, gimana sob? Masih berminat tinggal di Planet Merkurius? Yah, mending tinggal di Bumi aja deh ya kaaaan. Jagalah baik-baik Bumi kita ini, kalau Bumi sakit, kemana lagi mengungsi? Hehe. Oke sob, sekiranya sampai disini dulu postingan saya, kalau ada fakta menarik lainnya tentang planet Merkurius, silakan share disini juga sob. Kalau saya ada kata yang salah, maafin yah sob. Wassalam.

Berbagai sumber:
- Wikipedia
- Space.com
- Zonanesia.com
- National Geographic Indonesia

Info:
Mau tau juga, seandainya kita hidup di planet Venus? Kesini aja!

Bagaimana kita hidup di Planet Mars? Ada disini juga sob!

Share:
Previous
Prev Post «
Disqus
Blogger
Choose comment platform

No comments

Berkomentarlah dengan bijak. Sobat juga bisa menambahkan emoticon, klik ->

Langganan Artikel Gratis
Masukan alamat email:

Delivered by FeedBurner

Popular Posts

Join now?