Sunday, August 16, 2015

Keindahan Bukit Langara Kandangan

Salam sejahtera sobat, semoga kita selalu dilimpahkan rahmat oleh Tuhan. Kali ini saya mau share, cerita saya dan teman-teman menuju Bukit Langara di Kandangan Kalsel. Katanya sih pesona pemandangan pegunungan Meratus nya itu lho yang bikin gak nahan sob. Maklum saja, orang yang sudah dirudung kesibukan dalam bekerja ini rentan stres, jadi harus diimbangi dengan liburan juga donk. Nah, dibawah ini lagi-lagi cerita alay dari saya yang akan saya suguhkan, saya sarankan untuk menutup browser dan clear history anda, wahahaha.

Oke, singkat story, berawal dari teman saya yang ngajak untuk liburan ke daerah Kandangan, Kab. Hulu Sungai Selatan. Pilih-pilih menu antara Air Terjun Haratai or Air Panas Tanuhi or Langara, kami putuskan ke Langara, Kec. Loksado. Rencana awal kami ingin berdua saja, tapi setelah direnungkan sejenak di pertapaan (caelah apa ini?), kami menyebarkan isu liburan ini kepada teman-teman. Akhirnya, dua simpatisan fix bergabung, total ada empat orang. Ajaibnya, semua dari kami gak ada yang tau jalan menuju daerah Langara ini.

Daripada malu harus gagal, nekat aja berangkat, go! Saya, Septi, Ito, dan satu cewek bernama Eka, kami ini tak ganteng dan si Eka itu cewek "jadi-jadian", jadi jangan tanya rupa kami ya, wkwkwk peace sob. Tepat hari Sabtu pukul 10 malam, kami berangkat dari Bati-Bati. Menempuh perjalanan malam nan syahdu selama 3 jam, akhirnya sampailah kami di Kota Kandangan. Satu hal yang bikin bingung, jam sudah pukul 2 dinihari, mau tidur dimana? Halah, daripada pusiang, hajar tidur di Masjid, haha.

Dibangunkan oleh sang Marbot Masjid Agung Kandangan (dikira beliau gembel dari mana ini?), kami lanjut sholat subuh. Ba'da subuh, jalan-jalan sebentar di pasar Subuh sob, sambil cari kudapan. Setelah puas keliling pasar, kami bersiap melakukan hal yang sangat mainstream, tapi hal ini sama sekali jangan di abaikan jika berkunjung ke Kandangan, yaitu sarapan pagi dengan menu Ketupat Kandangan sob, yang terkenal itu. Njirrr, doyan apa lapar? Musnah lah empat porsi ketupat Kandangan.

Hal yang tak terduga terjadi, kami bertemu teman, namanya Endang yang kebetulan bekerja di salah satu rumah sakit di Kandangan (promosi katanya). Yaudah kami ajak saja si Endang, lagian bisa numpang mandi di kost nya, wkwkwk. Minggu pukul 07:30 berangkatlah kami berlima dengan hanya bermodal sinyal GPS hengpon dan petunjuk dari mbah Google yang wasiat terkenal nya berbunyi "Lurus arah Loksado, nanti pas di persimpangan arah Batulicin, belok kanan sedikit, disitulah jalur ke bukit Langara".

Setelah 30 menit dari Kandangan kota, tiba lah kami di Langara, horay! Parkir mobil, lalu pemanasan sebentar, lanjut mendaki menuju puncak. Jalur yang cukup terjal cukup membikin nyot-nyotan eh ngos-ngosan. 15 menit berlalu, tiba lah kami di puncak bukit Langara ini. Saran saya hati-hati sob, bebatuan kapur nya keras dan tajam serta licin, jika kepala sobat "cium" ini batu, wallahua'lam deh.


Buseeeet, angin nya sejuk plus pemandangan pegunungan Meratus nya bikin fresh sob.








Kalo pemandangan kaya gini, jadi teringat taman nasional Yosemite di negara Amrik deh. Maaf ya sob, kamera murahan jadi rada burem image nya.


Hmmm, ini nih! Jangan ditiru sob kelakuan orang yang katanya kekinian yang tak bertanggung jawab ini, juga buang sampah kertas sembarangan, ckckkck. Ingat, seharusnya jangan tinggalkan apa-apa kecuali kenangan mantan eh salah, jejak kaki. Boleh aja sih bawa cemilan, asal sampah nya jangan di buang sembarangan, demi kelestarian wisata ini, ngono lho.


Nah, kalau ini batu "cium" kepala atau lutut, fatal sob. Ekstra hati-hati ya selalu.



Njirrr, ada yang mau repot-repot upacara bendera juga, hehe.


Terbayar sih, lelah waktu "manjat" tadi.



Menyegarkan kaki berendam di sungai sob, setelah turun dari bukit.


Nah gimana sob? Berminat kalau mau kesini? Sobat mesti datang juga kesini. Dijamin bikin fresh lagi deh, dan bagi wanita, bisa jadi alternatif juga untuk menurunkan berat badan, wekawekaweka.

So, jadi ini kesimpulan dari perjalanan kami menuju ke Langara:

What is it?
Langara adalah salah satu bukit di "komplek" pegunungan Meratus, terletak di desa Lumpangi. Struktur nya di dominasi batuan kapur yang keras. Deretan pegunungan ini diperkirakan terbentuk sekitar 100-75 juta tahun lalu akibat tubrukan lempeng tektonik. Di samping deretan pegunungan ini, ada bukit-bukit yang "mengiringi" nya. Termasuk deretan bukit Langara.

How to get there?
Dari kota Kandangan, langsung menuju arah Loksado (jalur lintas Kandangan-Batulicin). Sekitar 30 menit dari Kandangan, nanti ada persimpangan menuju arah Batulicin, belok kanan sedikit ada jembatan, disamping jembatan ada lahan parkir untuk pengunjung bukit Langara.

What will you see?
Pemadangan puncak bukit yang sangat indah dengan background pegunungan Meratus. Kalau dibanding-bandingkan, hampir mirip dengan taman nasional Yosemite di negara Amerika Serikat lho, menurut saya. Tiupan angin yang tidak terlalu kencang juga menambah kesejukan sob setelah lelah mendaki.

The cost?
Berikut rincian biaya kami:
- Bertahan hidup (makan minum): 70rb
- Bahan bakar: 200rb
- Parkir untuk mobil: 10rb
- Biaya masuk: 5rb dikali lima orang, total 25rb
Total = 305rb

Bonus penampakan, hihi:



Oke sob, sekian cerita super lebay ini, salah kata mohon diampuni jangan dibata, wassalam.


Share:
Previous
Prev Post «
Disqus
Blogger
Choose comment platform

1 comment

wih mantab indah banget, itu sungai dangkal ya, bisa nyebarang segala...

Balas

Berkomentarlah dengan bijak. Sobat juga bisa menambahkan emoticon, klik ->

Langganan Artikel Gratis
Masukan alamat email:

Delivered by FeedBurner

Popular Posts

Join now?