Tuesday, April 21, 2015

Integrate Updated System Applications Pada Android Lollipop 5.1

Halo sobat blogger, lama tak update blog nih dikarenakan sangat sibuk. Oke, kali ini saya mau membahas tentang Android nih sob, khususnya tentang update Aplikasinya. Seperti kita tahu, aplikasi pada Android itu terbagi dua; Aplikasi User dan Aplikasi Sistem. Aplikasi user adalah aplikasi yang di pasang oleh kita sebagai user, letaknya di /data/app (penyimpanan internal). Sedangkan aplikasi sistem adalah aplikasi bawaan dari sistem Android misal Google Apps, System UI, Camera, dll, letaknya di /system/app atau /system/priv-app (penyimpanan sistem).

Untuk itu, setiap kali ada update terbaru, dari Playstore misalnya, aplikasi user biasanya sangat mudah untuk diupdate. Tinggal update saja, beres dan tak memakan banyak ruang, karena hanya dipasang di penyimpanan internal. Beda lagi kalau kita meng-update aplikasi sistem, memang sih cukup mudah juga, tinggal update dan beres, tapi akan memakan banyak ruang sob! Mengapa demikian? Karena file update dipasang oleh sistem ke penyimpanan internal, sedangkan file lamanya masih berada di penyimpanan sistem, tentunya ini akan mubazir penyimpanan.

Untuk itu kita perlu fitur yang biasa disebut "Integrate Updated System Application into System/ROM" (kelemahannya satu; device sobat wajib root). Gunanya adalah meng-integrasikan (bahasa gampangnya memindah) file update yang berada di penyimpanan internal ke penyimpanan sistem tanpa harus re-install aplikasi. So, akan menghemat penyimpanan internal kita kan? Nah, untuk Android versi 2.2 (Froyo) sampai 5.0.2 (Lollipop), fitur ini bisa kita dapatkan dengan mudah, cukup pasang aplikasi pihak ketiga seperti Link2SD, Titanium Backup, Lucky Patcher, dll.

Lantas bagaimana dengan versi Android terbaru yaitu 5.1 (Lollipop) seperti yang saya pakai saat ini? Oke, saya sudah mencoba semua aplikasi untuk meng-integrasikan sistem aplikasi saya, dan hasilnya gagal sob, haha. Tulisannya sih sukses dan diharuskan untuk reboot, tapi setelah reboot, aplikasi saya itu hilang, cilaka sob. Lanjut cari solusinya di forum-forum dalam negri ataupun luar negri, sangat sedikit sekali yang membahas masalah ini. Akhirnya saya mencoba utak-atik sendiri deh.

Hasilnya??? SUKSES sob, haha. Sekarang saya tak perlu pusing lagi penyimpanan saya akan mubazir (meski sisanya masih banyak, karna mubazir itu sifat syaiton :-p). Oke, cukup basa-basinya, langsung saja saya jelaskan langkahnya (sedikit lebih ribet), nih:

1. Kita masih perlu aplikasi pihak ketiga, disini kita perlu Link2SD.

2. Update salah satu aplikasi sistem, misal Google Play Service. Tanda kalo sudah terupdate, coba sobat cek di Link2SD pilih filter Updated, nanti muncul kalau Google Play Service sudah updated.

3. Lanjut, buka file manager (misal Root Explorer, ES Explorer, dll) wajib root dulu sob. Buka /data/app/ cari folder berupa package name aplikasi yang kita update, dalam kasus ini saya contohkan Google Play Service, berarti kita mesti cari folder com.google.android.gms. Info: mulai Android versi 5.0 keatas, aplikasi terinstall berada di dalam folder package, bukan langsung package nya.

4. Sudah dapat? Buka folder tersebut, copy package aplikasi nya kalo ada folder lib copy juga. Kalo Google Play Service, copy Base.apk dan lib.

5. Paste ke /system/app atau /system/priv-app, sebelum di paste cari dulu folder package aplikasi Google Play Service, biasanya kalo Google Play Service bawaan pabrik, folder package nya bernama PrebuiltGmsCore. Buka folder PrebuiltGmsCore, pastekan Base.apk dan lib tadi, timpa aja yang ada. Kalo ada apk bernama PrebuiltGmsCore hapus yang lama, lalu rename Base.apk tadi jadi PrebuiltGmsCore.apk. Tidak perlu set permission sob, karena permission nya sudah sama.

6. Lalu buka aplikasi Link2SD lagi, buka filter Updated, cari Google Play Service lalu pilih uninstall. Nanti akan muncul peringatan kurang lebih bunyinya "proses menghapus update, ini akan mengembalikan aplikasi ke bawaan pabrik" atau dalam english nya "this will uninstall update, application will reset to factory". Kalo sudah, tunggu beberapa saat lalu sobat bisa reboot device.

7. Setelah reboot, silahkan cek aplikasi nya, apakah sudah update, bila sudah update, done,,, sukses ;-)

Nah, demikian sekiranya cara yang saya lakukan untuk integrasi updated system apps ke sistem. Sambil menunggu update dari aplikasi pihak ketiga supaya men-support fitur ini pada Android versi 5.1. Kalau sobat punya cara lain yang lebih mudah atau aplikasi lain yang work, monggo bisa di share disini.

Oh iya, beberapa saat yang lalu Google telah mengeluarkan update terbaru versi 5.1.1, dan saya penasaran apakah cara diatas masih work di versi tersebut, saya akan menunggu, hehe. Wassalam!

Do with your own risk!


Share:
Previous
Prev Post «
Disqus
Blogger
Choose comment platform

No comments

Berkomentarlah dengan bijak. Sobat juga bisa menambahkan emoticon, klik ->

Langganan Artikel Gratis
Masukan alamat email:

Delivered by FeedBurner

Popular Posts

Join now?